Unduh Aplikasi

Sidang Praperadilan, Owner Yalsa Boutique Minta Dibebaskan dan Status Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Owner Yalsa Boutique Minta Dibebaskan dan Status Tersangka Dibatalkan
Sidang perdana praperadilan Yalsa Boutique. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Sidang praperadilan perdana dua  tersangka Syafrizal dan Siti Hilmi Amirulloh owner Yalsa Boutique terkait kasus investasi bodong digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jumat (30/4).

Sidang tersebut dipimpin hakim tunggal, Dahlan dihadiri penasihat hukum kedua tersangka selaku Pemohon dan tim penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh sebagai Termohon.

Baca: Tak Terima Jadi Tersangka, Owner Yalsa Boutique Praperadilankan Polda Aceh  

Dalam persidangan hakim tidak membacakan lagi materi praperadilan karena telah dianggap dibaca oleh para pihak. Selanjutnya hakim memberi kesempatan kepada Termohon untuk memberikan jawaban atas materi praperadilan pada sidang selanjutnya yang digelar pada Senin (3/5).

AKBP Erwan penyidik dari Polda Aceh selaku Termohon menyatakan akan memberikan jawaban atas praperadilan pada persidangan selanjutnya.

Usai persidangan, Muslem kuasa hukum para pemohon enggan berkomentar terkait sidang praperadilan yang diajukan pemohon.

Humas Pengadilan Negeri Banda Aceh Sadri mengatakan inti materi permohonan itu, meminta agar para pemohon di bebaskan dari rumah tahanan Mapolda Aceh. .

Selain itu, mereka juga memohon agar status tersangka Syafrizal dan Siti Hilmi Amirulloh dinyatakan tidak sah terkait pidana perbankan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Kemudian meminta kepada pengadilan agar harta benda kedua Pemohon yang disita penyidik dapat dikembalikan dan memulihkan hak para Pemohon dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya," kata Sadri.

Sebelumnya, Syafrizal dan Siti Hilmi Amirulloh ditetapkan tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh dugaan investasi bodong bisnis pakaian muslimah.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menyebutkan penyidik mencatat dana masyarakat yang dihimpun dalam bentuk simpanan atau investasi di Yalsa Boutique mencapai Rp164 miliar.

Keduanya ditahan penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh dalam kasus dugaan pidana perbankan dan tindak pidana pencucian uang.

Dari hasil keterangan ahli, kata Kombes Pol Winardy, bisnis busana muslimah Yalsa Boutique tidak memiliki ijin usaha dari Bank Indonesia dan otoritas jasa keuangan (OJK).

"Penyidik juga menyita sejumlah aset berharga yang patut diduga dari investasi bodong yang dilakukan dua tersangka," ungkap Kabid Humas Polda Aceh.

 

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...