Unduh Aplikasi

Sidang Perkara Penyebaran Video Ma’ruf Amin, Ini Kata Saksi Ahli Hukum Islam

Sidang Perkara Penyebaran Video Ma’ruf Amin, Ini Kata Saksi Ahli Hukum Islam
Sidang lanjutan penyebar vidio Ma’ruf Amin di PN Lhokseumawe, Kamis (4/4) lalu. Foto: AJNN.Net/Sarina.

LHOKSEUMAWE – Kuasa Hukum Terdakwa Tgk Safwan bin Muhammad Dahlan menghadirkan saksi ahli hukum Islam dalam sidang lanjutan perkara penyebar video Ma’ruf Amin menggunakan pakaian santa claus di Pengadilan Negeri, Kota Lhokseumawe.

Saksi ahli Hukum Islam yang dihadirkan dalam sidang yang berlangsung pada Senin (29/4) itu yakni, Teungku Safriadi. Dan pada persidangan tersebut juga turut disaksikan oleh belasan warga dan kerabat terdakwa.

Baca: Sidang Kasus Penyebaran Video Ma’ruf Amin, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi

Nourman selaku Kuasa Hukum Tgk Safwan mengatakan, saat persidangan berlangsung, saksi ahli hukum Islam menyebutkan kalau apa yang sudah dilakukan Ma’ruf Amin itu salah, dan itu sudah merusak akidah, dalam hal ini tidak ada tawar menawar dalam agama Islam.

“Jadi saksi ahli hukum Islam, menyebutkan kalau mengucapkan natal, sama tuhan lain ataupun anak tuhan, dan itu sudah sangat bertolak dengan ajaran Islam,” kata Nourman saat di hubungi AJNN, Selasa (30/4).

Sebutnya lagi, tahapan sidang berlangsung dua kali, pukul 12.15 WIB pemeriksaan saksi ahli hukum Islam dan pukul 15.00 WIB dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa Tgk Safwan.

“Menurut saksi ahli hukum Islam yang dilakukan oleh Tgk Safwan adalah edukasi untuk mencerahkan masyarakat maka disampaikan melalui sosial media yang efektif,” jelasnya.

Saat sidang yang berlangsung sore hari, terdakwa ditekankan dengan pertanyaan motivasi dan tujuan dia melakukan hal tersebut. Namun, terdakwa mengaku kalau ingin membuat pencerahanan. Dan juga menyebutkan tidak ada reaksi negatif dari netizen. Hanya saja ada beberapa yang minta supaya video itu dihapus karena multi tafsir.

“Hanya tiga jam saja diposting, lalu kemudian terdakwa hapus dan sudah juga beretikat baik meminta maaf, yang seharusnya terdakwa tidak perlu meminta maaf,” ungkapnya.

Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...