Unduh Aplikasi

Sidang Perdana Kisruh Dualisme PNA, Majelis Hakim Tawarkan Jalan Damai

Sidang Perdana Kisruh Dualisme PNA, Majelis Hakim Tawarkan Jalan Damai
Kuasa hukum Irwandi Yusuf (tiga orang dari kiri) bersama kuasa hukum Tiyong dan Miswar Fuadi saat bincang-bincang usai persidangan. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Sidang perdana gugatan Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) Irwandi Yusuf terhadap DPP PNA versi Kongres Luar Biasa, Samsul Bahri alias Tiyong Cs, berlangsung di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (21/10).

Persidangan dengan agenda pembacaan gugatan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Nendi Rusnedi SH bersama dua hakim anggota, Eti Astuti SH dan Mukhtar SH.

Sebelum gugatan dibacakan, Majelis Hakim menawarkan untuk menempuh jalur perdamaian. Namun kedua belah pihak tetap menolak upaya tersebut.

"Sebelum dilanjutkan, apakah masalah ini bisa diselesaikan lewat jalur perdamaian," tanya Ketua Majelis Hakim, Nendi Rusnedi.

Untuk diketahui, gugatan perkara ini didaftarkan Tim Kuasa Hukum DPP PNA versi Irwandi Yusuf ke Pengadilan Negeri Kota Banda Aceh pada, Senin (7/10). Pendaftaran gugatan itu bernomor 53/pdt-sus-parpol/2019.

Baca: Hadapi Gugatan Irwandi, Tiyong Didampingi Enam Kuasa Hukum

Adapun pihak yang digugat oleh Irwandi Yusuf yakni tergugat I, Samsul Bahri alias Tiyong yang merupakan mantan kader PNA, tergugat II mantan Sekjen PNA, Miswar Fuady, dan tergugat III adalah Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) PNA, Irwansyah atau Tgk Maksalmina.

Setelah pembacaan gugatan ini, sidang ditunda hingga hingga Senin 28 Oktober 2019 dengan agenda mendengarkan jawaban tergugat I dan tergugat II.

Dalam sidang ini, hanya kuasa hukum tergugat I dan II yang hadir. Sedangkan tergugat III tidak tampak mengikuti proses persidangan.

"Sidang kita tunda sampai hari Senin, 28 Oktober 2019 dengan agenda mendengar jawaban tergugat I dan tergugat II," ucap Ketua Majelis.

Komentar

Loading...