Unduh Aplikasi

Sidang Pemukulan Keuchik Lampulo, Saksi Sebut Kedua Pihak Bisa Berdamai

Sidang Pemukulan Keuchik Lampulo, Saksi Sebut Kedua Pihak Bisa Berdamai
Ketiga saksi memberi keterangan terkait pemukulan Keuchik Lampulo. Foto: AJNN.Net/Tommy.

BANDA ACEH - Sidang penganiayaan Keuchik Lampulo oleh kepala Dinas Perhubungan Banda Aceh, Muzakir Tulot kembali bergulir di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (20/11).

Sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Totok Yanuarto, menghadirkan tiga orang saksi yakni Anwar Meuntroe, Junaidi dan Zulidar Sulaiman. Ketiganya warga Lampulo, Banda Aceh. Sidang itu juga dihadiri terdakwa Muzakir Tulot.

Dari keterangan saksi pertama, Zulidar menyenutkan dirinya tidak melihat secara langsung terdakwa Muzakir Tulot memukul Keuchik Lampulo. Ia mengakui insiden pemukulan tersebut diketahui dari warga yang ada di lokasi.

"Saat itu saya terdengar suara gadung, saya tidak lihat langsung kejadian pemukulan itu, saya juga tidak tau apa masalahnya," kata Zulidar.

Ia juga mengakui, sebelum kejadian pemukulan itu, hubungan kedua belah pihak sangat baik. Namun, terdakwa memiliki temperamen tinggi.

"Hubungan keduanya sangat baik sebelumnya, namun terdakwa memiliki sikap keras. Kejadian pemukulan itu dengar dari omongan warga yang berada di lokasi," sebutnya.

Baca: Kasus Pemukulan Keuchik Lampulo, Terdakwa Muzakir Tulot Mengaku Khilaf

Sementara Anwar Mentro, dalam kesaksiannya tidak mengetahui permasalahan antara terdakwa dengan keuchik sehingga terjadi pemukulan.

"Saya tidak tahu mereka ribut masalah apa pak hakim, saya juga tidak melihat langsung pemukulan itu," ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan saksi ketiga yakni Junaidi, dalam keterangan dirinya melihat warga melerai kedua belah pihak dan membawa terdakwa ke parkiran sepeda motor.

"Saat itu saya lagi di parkiran sepeda motor dan mendengar suara gaduh di depan mesjid Al Falah Lampulo. Terdakwa juga melontarkan nada keras, namun bahasa yang disampaikan tidak jelas terdengar," jelasnya.

Di akhir persidangan, di depan majelis hakim ketiga saksi menyebutkan agar keduanya bisa menyelesaikan secara kekeluargaan atau berdamai. Apalagi keduanya tokoh masyarakat gampong Lampulo.

Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan saksi-saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...