Unduh Aplikasi

Sidang Kasus Penyebaran Video Ma’ruf Amin, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi

Sidang Kasus Penyebaran Video Ma’ruf Amin, Jaksa Hadirkan Tiga Saksi
Sidang lanjutan perkara penyebar video Ma’ruf Amin. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga saksi dalam sidang lanjutan Tgk Safwan bin Muhammad Dahlan terdakwa perkara penyebar video Ma’ruf Amin menggunakan pakaian santa Claus di Kantor Pengadilan Negeri, Kota Lhokseumawe, Senin (8/7).

Tiga orang tersebut yakni dari Penyidik Polres Lhokseumawe selaku saksi penangkapan bernama Ipda Ahmad Anugerah Ari Pratama, Bripda M Hafid Arkan dan Bripda Zulfikar.

Pantauan AJNN dalam persidangan yang berlangsung di ruang sidang Garuda Kantor Pengadilan Kota Lhokseumawe dan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut, ke tiga saksi secara bergantian dicerca beberapa pertanyaan dari JPU, Penasehat Hukum dan juga Hakim.

Baca: Penasehat Hukum Minta Ma’ruf Amin Dihadirkan ke Persidangan

Kondisi ruangan sidang terlihat sangat sepi, berbeda dengan beberapa sidang sebelumnya. Adapun pertanyaan yang dilemparkan kepada ketiga saksi fakta tersebut mengenai awal mula penangkapan, baik itu tanggal, waktu dan mengenai video yang bereda di akun youtube terdakwa.

Ahmad Anugerah selaku seorang saksi pelapor dalam persidangan mengatakan, dirinya membenarkan kalau memang dia yang melapor kasus itu. Awal mula pihaknya mendapatkan informasi dari Mabes Polri mengenai penyebaran video tersebut. Selaku petugas patrol cyber yang bertugas mencari informasi hoax dan penyebar kebencian di media sosial, maka pihaknya mendapatkan akun terdakwa yang mengunggah video Ma’ruf Amin tersebut.

“Pelaku kita tangkap pada tanggal 25, dan video itu diunggah pada tanggal 24 Desember 2018. Namun, pada tanggal 25 Desember video itu sudah tidak ada lagi karena sudah dihapus oleh terdakwa dengan alasan banyak komentar yang menyuruh untuk dihapus supaya jangan terjadi kontrovensi,” kata Anugerah di depan Majelis Hakim, JPU dan juga Penasehat Hukum.

Saat penangkapan dilakukan terhadap terdakwa, selaku penyidik pihaknya mengaku memang ada meminta password akun youtube tersebut, pasalnya untuk mempermudah proses penyelidikan. Namun, perkara ada video-video baru itu pihaknya tidak mengetahui pasti penyebabnya.

Baca: Eksepsi Ditolak, Hakim Lanjutkan Perkara Penyebaran Video Ma’ruf Amin

“Setelah proses penyidikan ada beberapa video terhapus secara otomatis itu memang benar, tapi itu terhapus bukan kami hapus, dan setelah itu kami tidak memantau lagi akun itu, dan mengenai video baru yang ada itu kami belum men ceknya,” ungkap Anugerah.

Anugerah juga menjelaskan, mengenai caption pada video itu, dirinya menyebutkan itu terdakwa sendiri yang buat, meskipun sempat terdakwa membantah membuat caption itu.

Sementara untuk ke dua saksi lainnya, juga dicerca dengan sejumlah pertanyaan yang sama, sehingga sidang tersebut berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.

Penasehat Hukum Terdakwa, Faidal Qasim mengatakan hari ini JPU menghadirkan satu saksi pelapor dan dua saksi penagkap, namun dalam hal ini yang menjadi korban adalah Ma’ruf Amin, namun tidak ada laporan dari korban.

“Yang menjadi korban ma’ruf Amin namun sejauh ini belum ada laporan maupun keterangan resmi dari korban. Nah, untuk kesimpulannya nanti akan kita sampaikan di Pledoi," katanya.

Sidang lanjutan akan berlangsung Senin depan (15/4) dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dari JPU.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...