Unduh Aplikasi

Sidang Kasus Oknum Security KPPN, JPU: Pembelaan Kuasa Hukum Terdakwa Keliru

Sidang Kasus Oknum Security KPPN, JPU: Pembelaan Kuasa Hukum Terdakwa Keliru
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanggapi pledoi (pembelaan) yang disampaikan oleh kuasa Hukum Terdakwa kasus pemukulan terhadap office girl yang dilakukan oleh oknum security KPPN Lhokseumawe, Romi Juanda.

“Jadi, berdasarkan bukti persidangan, baik itu saksi, surat visum serta keterangan terdakwa. Apa yang menjadi pembelaan kuasa hukum terdakwa sangat keliru,” kata JPU, Fakhrillah, usai sidang, Senin (21/10).

Sambungnya, apa yang didakwakan sudah terpenuhi, karena terdakwa sudah membuat orang lain terluka. Mengingat juga, pada persidangan pekan lalu terdakwa sudah mengakui kesalahannya di depan majelis hakim.

“Kami tetap menuntut 10 bulan penjara,” imbuh Fakhrillah.

Sebelumnya, pada sidang lanjutan terhadap Romi Juwanda oknum security KPPN Lhokseumawe di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, (14/10) lalu, dengan agenda penyampaian pledoi atau pembelaan dari kuasa hukum terdakwa, Romi meminta kesempatan untuk menyampaikan sejumlah permintaan kepada majelis hakim di akhir sidang.

Baca: Kuasa Hukum Baca Pembelaan, Oknum Security KPPN Akui Bersalah kepada Majelis Hakim

“Saya mengakui kalau saya bersalah, namun saya memohon keringanan hukuman. Soalnya istri saya sedang hamil dan usia kehamilan lima bulan,” kata Romi di hadapan majelis hakim.

Mendengar Romi mengaku bersalah, sontak membuat kuasa hukumnya dan juga JPU terkejut. Pasalnya, agenda sidang tersebut yakni menyampaikan pembelaan kalau Romi tidak bersalah, namun terdakwa malah justru mengakui kesalahannya.

“Ini membuat JPU bingung untuk menjawab apa, namun saya akan menanggapi pembelaan dari kuasa hukum dengan tulisan,” jawab JPU Fakhrillah, saat ditanyai majelis hakim.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Fauzan mengatakan, pengakuan bersalah yang disampaikan oleh kliennya itu merupakan pengakuan telah memukul Wirna, bukan mengakui bersalah dalam kasus tersebut. Karena menurutnya di sini saksi korban lah yang memukul terdakwa terlebih dahulu.

“Jadi isi pledoi yang kita bacakan tadi yakni kita minta untuk terdakwa Romi dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan. Karena menurut hasil kajian kami dalam KUHP sendiri ada pasal yang menyatakan bahwa seseorang tidak boleh dipidana kalau tindakan itu untuk membela dirinya sendiri," ujarnya.

Komentar

Loading...