Unduh Aplikasi

Sidang Fajar Baizuri, Kuasa Hukum Tetap Minta Terdakwa Dibebaskan

Sidang Fajar Baizuri, Kuasa Hukum Tetap Minta Terdakwa Dibebaskan
Warga ketika memblokir jalan milik PT Fajar Baizury.
ACEH BARAT - Sidang kasus dugaan pembakaran dan perusakan barak milik PT. Fajar Baizuri And Brothers yang diduga dilakukan oleh empat warga Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya yakni Khaidir, Julinaidi, Musilan Dan Asubki kembali dilannjutkan dengan agenda pembacaan duplik oleh kuasa hukum terdakwa.

Dalam sidang yang berlangsung, Kamis (4/8), kuasa hukum terdakwa menolak atas tuduhan pembakaran dan perusakan barak milik perusahaan perkebunan sawit PT. Fajar Baizuri sebagaimana yang dituduhkan.

Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Herman SH, sebagai salah satu pengacara empat terdakwa mengatakan, mereka menolak keempat terdakwa dinyatakan telah bersalah dalam kasus tersebut, karena pihak kejaksaan tidak memiliki pembuktian yang kuat terhadap dakwaannya.

“Berdasarkan replik yang dibacakan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum-red) pada persidangan sebelumnya yakni 28 Juli lalu, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya yang disampaikan oleh para saksi baik yang memberatkan maupun yang meringankan,” kata Herman.

Atas dasar itu pula, kuasa hukum empat terdakwa meminta kepada hakim Pengadilan Negeri Meulaboh yang dipimpin oleh T Latiful, S.H selaku hakim ketua, Fauzi Isra dan Alqudri selaku hakim anggota membebaskan keempat tersangka itu.

Permintaan pembebasan terhadap keempat terdakwa, kata Herman, berdasarkan keterangan terdakwa maupun para saksi yang jelas menyebutkan para terdakwa tidak berada dilokasi kebakaran ketika peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 Juli 2015.

“Sehingga dakwaan JPU sangat tidak memiliki nilai pembuktian yang kuat. Kami berharap Majelis Hakim dapat melihat perkara ini sebagaimana prinsip fair trial (peradilan yang adil) yang tentunnya berdasarkan nilai negara hukum, dan tetap mengedepankan prinsip penghormatan Hak-hak Asasi Manusia dengan putus se adilnya,” ungkap Herman.

Komentar

Loading...