Unduh Aplikasi

Sidak ke RSUCND Meulaboh, DPRK Temukan Banyak Persoalan

Sidak ke RSUCND Meulaboh, DPRK Temukan Banyak Persoalan
Sejumlah anggota DPRK melihat alat foto ronsen (CR) senilai 814 juta. Foto: AJNN.Net/Darmansyah

ACEH BARAT- Panitia khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh, Kamis (24/10).

Pansus anggota DPRK tersebut sebanyak empat orang yakni Wakil Ketua I Ramli SE, Wakil Ketua II Haji Kamaruddin dan anggota Said Rizqi Saifan serta Medradia Yugistira.

Berdasarkan hasil sidak, pansus menilai pelayanan di rumah sakit itu sedikit menurun dan gaji yang diberikan kepada tenaga kesehatan ruang biasa serta ruang bedah di bawah nilai kotrak.

Haji Kamaruddin mengatakan gaji yang diberikan pada tenaga kesehatan ruang biasa dengan ruang bedah selama ini padahal beban kerja para perawat ruang biasa dengan bedah itu berbeda.

"Mereka di ruang bedah tadi kita lihat perjuangannya benar-benar mengerikan. Dalam bekerja mereka mempertaruhkan nyawa pasien, mereka harus meletakkan beban atau masalah pribadi dan hal-hal lain yang mengganggu pikiran agar apa yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, jadi kita berharap mereka digaji lebih," kata dia.

Selain itu tim pansus juga menemukan sejumlah alat modern yang bernilai hampir Rp 20 miliar belum difungsikan.

"Ada sejumlah alat modern di sini kita lihat belum berfungsi. Padahal alat ini nilainya hampir Rp 20 miliar. Kita minta alat ini segera difungsikan," kata Kamaruddin kepada sejumlah wartawan.

Adapun sejumlah alat canggih yang belum difungsikan yakni Cath Lab, ESWL (extracorporeal shock wave lithotrips), alat operasi mata modern Phaco emulsifikasi.

Sementara itu Ramli SE menambahkan pihaknya juga menemukan kejanggalan terkait alat cuci darah hasil pengadaan 2011 yang telah rusak.

"Alat cuci darah pengadaan tahun 2011 yang rusak itu mungkin casing saja modern tapi mesinnya bisa saja lain," ungkapnya.

Komentar

Loading...