Unduh Aplikasi

Siaga Bencana

Siaga Bencana
Ilustrasi.

Sesungguhnya bencana itu sangat dekat dengan kita. Bahkan saat ini, beberapa kilometer di bawah kaki kita, terjadi tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Sunda. Lempeng Indo-Australia yang menyusun sebagian besar lantai samudra Hindia menukik ke bawah lempeng Sunda yang menjadi alas pulau-pulau di Indonesia.

Gesekan ini terdiri dari pelekatan dan pelepasan, serta pembebasan mendadak dari energi yang tersimpan di perut bumi, yang menjadi akar sejumlah gempa besar, salah satunya adalah lindu berkekuatan 9.1 skala richter, pada 26 Desember 2004, yang memicu tsunami.

Rabu lalu, 7 Desember 2016, bencana seperti berulang. Kami ini tanpa air laut menerjang daratan. Namun tetap saja dampaknya luar biasa. Kehancuran yang masif di sejumlah kawasan di Pidie Jaya, Bireuen dan Pidie. Gempa berkekuatan 6,4 skala richter itu meruntuhkan bangunan dan menjebak puluhan orang di dalamnya.

Kepedihan yang datang bersama musibah itu harusnya mengajarkan kita untuk senantiasa bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dari sebuah bencana. Seluruh pemerintah daerah di Aceh harus menumbuhkan budaya siaga bencana, terutama di kalangan generasi muda. Termasuk dalam urusan membangun.

Tak seorang pun dari kita menginginkan musibah. Tanpa perubahan pola hidup, niscaya kita tak akan pernah siap menghadapi bencana yang setiap saat mengintai. Yang harus kita lakukan adalah tetap bersiaga dan meminimalisir dampak kerusakan saat bencana itu datang.

Komentar

Loading...