Unduh Aplikasi

Sewa rumah anggota DPR Aceh Rp 2 milliar, pemborosan anggaran

Banda Aceh - Kebijakan pengalokasian anggaran tunjangan atau sewa rumah Rp 27 juta/anggota dewan semestinya tetap berpijak pada efisiensi anggaran dan kebutuhan yang sebenarnya. Publik masih dapat memahami kalau Sekwan mengalokasikan anggaran untuk biaya rehab dan memfasilitasi sewa rumah bagi anggota dewan yang betul-betul belum memiliki rumah di Banda Aceh ataupun Aceh Besar. Tetapi kalau para anggota dewan memiliki rumah sendiri di Banda Aceh, tetapi tetap difasilitasi uang sewa, maka hal ini sangat jauh dari nilai-nilai keadilan itu sendiri.

Mengingat dan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi Aceh kian anjlok dengan angka penduduk miskin yang kian meningkat. Menurut data BPS Aceh jumlah penduduk miskin di provinsi Aceh pada bulan Maret 2014 mencapai 18,05 persen, angka tersebut meningkat sebesar 0,45 persen dari angka bulan Maret 2013 lalu yang besarannya 17,60 persen.

“Pentingnya efisiensi anggaran pembangunan dan seharusnya anggaran tersebut dapat diarahkan untuk program-progam yang bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak,” kata Koordinator Program Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) Zulfiansyah Lumna Jumat, 10/10 di Banda Aceh.

Tiga bulan dengan nilai Rp 27 juta per 81 anggota dewan terkesan hanya memenuhi hasrat dan kebutuhan para elite. “Rp 2,187 miliar bisa bangun berapa irigasi di kampung-kampung seluruh Aceh yang dilanda gagal panen,” katanya.

Zulfiansyah juga menambahkan, para pemimpin politik Aceh yang baru menjabat ini, semestinya di awal masa jabatan ini dapat menunjukkan komitmen dan keberpihakannya untuk memperjuangkan kebutuhan dan kepentingan rakyat Aceh. Efisiensi dan jauh dari pemborosan anggaran merupakan hal-hal yang sangat ditekankan dalam penyelenggaraan pemeritahan yang baik (good governance) dan itu juga relevan dengan keinginan dan harapan rakyat dalam mewujudkan penerapan Islam secara kaffah.

“Memang fasilitas disediakan oleh negara melalui regulasi yang sudah disahkan, tetapi kita juga meminta pertimbangan para wakil rakyat supaya pimpinan dewan dan para anggotanya yang sudah punya rumah sendiri di Banda Aceh, supaya tidak lagi mempergunakan dana tersebut, anggaran itu dapat dipergunakan untuk memberdayakan ekonomi rakyat, atau penguatan pengetahuan politik bagi kader partai politik supaya pemilu di masa depan menjadi lebih demokratis,” tutupnya.

 

SP

Komentar

Loading...