Unduh Aplikasi

Setya Novanto Juga Ternyata Pernah Pelesiran ke Luar Lapas Sukamiskin

Setya Novanto Juga Ternyata Pernah Pelesiran ke Luar Lapas Sukamiskin
Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Foto: VOA Indonesia

JAKARTA - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto terbukti pernah menginap di luar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin saat awal-awal menjalani hukuman bui atas kasus korupsi E-KTP. Novanto awalnya mengajukan izin berobat namun tak kembali lagi ke Lapas Sukamiskin.

Hal itu terungkap saat jaksa KPK bertanya kepada eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen yang duduk sebagai saksi atas terdakwa ajudannya, Hendry Saputra di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (20/2/2019).

Aksi pelesiran Novanto tersebut diketahui terjadi pada 21 Juni 2018 atau satu bulan lebih setelah Novanto dieksekusi KPK pada awal Mei 2018. Artinya, pelesiran itu dilakukan saat awal-awal Novanto menjalani hukuman.

Jaksa KPK M Takdir Suhan awalnya bertanya kepada Wahid terkait komunikasinya dengan Yogi, dokter di Lapas Sukamiskin. Komunikasi tersebut terkait Novanto yang tidak pulang ke Lapas Sukamiskin.

"Apakah saksi pernah berkomunikasi dengan Yogi terkait Setnov (Setya Novanto)? Cari tahu semestinya pulang tapi menginap?," tanya jaksa.

"Itulah, saya dapat informasi dia berobat. Lalu ada informasi dia nggak pulang, saya cek dia di mana," kata jawab Wahid.

Novanto kala itu mengajukan izin berobat. Setelah melakukan sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP) izin berobat itu disetujui. Jaksa lantas menanyakan apakah Wahid memberikan izin rawat inap atau rawat jalan.

"Pemberian izin itu untuk rawat inap atau rawat jalan?," tanya jaksa.

"Semua izin yang dikeluarkan untuk rawat jalan, tidak ada rawat inap," kata Wahid menjawab pertanyaan jaksa.

Novanto dijebloskan ke Lapas Sukamiskin atas kasus mega proyek E-KTP. Dia divonis 15 tahun penjara dan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Komentar

Loading...