Unduh Aplikasi

Setop Pembangunan IPAL di Gampong Pande

Setop Pembangunan IPAL di Gampong Pande
Ilustrasi: innovation.

YANG tak bisa diubah itu hanya Alquran dan hadis. Adagium itu sebenarnya berlaku juga bagi Pemerintah Kota Banda Aceh yang berencana melanjutkan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan Gampong Pande. 

Dengan mengemukakan sejumlah alasan administratif, pemerintah kota berencana meneruskan pembangunan IPAL di salah satu lokasi paling penting dalam sejarah Kerajaan Aceh. Tentu saja muncul tanda tanya besar, mengapa IPAL itu harus didirikan di daerah itu?

Pemerintah kota dan pemerintah pusat yang berkepentingan membangun IPAL ini memandang sempit arti konservasi cagar budaya. Karena dalam definisi yang sempit itu, konservasi hanya diartikan sebagai upaya memelihara atau merawat material yang ada di sebuah cagar budaya.l

Pemerintah menganggap bahwa nisan-nisan kuno itu cukup dibersihkan agar tidak terdegradasi lebih parah. Membangun pagar dan memberikan gapura selamat datang di situs makam Gampong Pande. 

Padahal dalam cakupan lebih luas, konservasi, atau pelestarian dan perlindungan, seharusnya dilakukan dengan lebih progresif. Situs yang ada seharusnya dilindungi dengan cara dikembangkan dan dimanfaatkan dengan mempertimbangkan nilai sejarah, keotentikan, kelangkaan dan yang terpenting pendidikan bagi generasi yang akan datang. 

Aturan menyebutkan bahwa cagar budaya itu adalah benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya. Jadi, penyelamatan tidak sekadar mengamankan benda cagar budaya yang nampak. 

Artinya, penyelamatan kawasan itu Gampong Pande sebagai situs penting sejarah harus dilakukan secara menyeluruh. Di areal yang diklaim terpetakan sebagai kawasan cagar budaya, seharusnya disterilkan dan digali untuk menemukan 

Bahkan seharusnya pemerintah, baik kota, provinsi dan pusat, seharusnya bersinergi untuk menjadikan Gampong Pande sebagai tambang data yang harus dieksploitasi untuk mengenali lebih dalam siapa leluhur yang mendiami kawasan ini dan memahami bagaimana cara mereka hidup. 

Gampong Pande adalah aset budaya bangsa. Salah satu pusat peradaban. Di sini bersemayam identitas dan karakter bangsa Aceh yang menguasai teknologi pengolahan mineral dan persenjataan. Allah berfirman, “hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan telitilah apa yang terjadi di masa lalu untuk hari esokmu.” 

Di Gampong Pande, terhampar ladang pengetahuan tentang masa lalu. Kita, yang hidup di masa kini, perlu melihat lebih dalam--di balik tanah--tentang apa yang tersimpan untuk masa depan. 

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...