Unduh Aplikasi

Setelah Menyerahkan Diri, KPK Tahan Mensos Juliari P.Batu Bara dan Adi Wahyono

Setelah Menyerahkan Diri, KPK Tahan Mensos Juliari P.Batu Bara dan Adi Wahyono
Konferensi pers penahanan Mensos Juliari Peter Batu Bara oleh pihak KPK. Foto: Screenshot video YouTube KPK.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Menteri Sosial, Juliari Peter Batu Bara dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Adi Wahyono setelah keduanya menyerahkan diri.

Kedua tersangka tersebut menyerahkan diri usai ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap bantuan Covid-19.

Menteri Sosial, Juliari P Batubara menyerahkan diri ke  KPK sekitar pukul 2.50 WIB dini hari (6/12) usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka sekitar pukul 1.15 WIB. Sedangkan Adi Wahyono, menyerahkan diri pada hari Minggu pagi (6/12) sekitar pukul 09.00 WIB.

AJNN mengutip pernyataan Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers yang ditayangkan di channel YouTube KPK. Dalam konferensi pers tersebut Firli menyebutkan bahwa penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti usai keduanya menyerahkan diri.

Untuk Juliari Peter Batu Bara, pihak KPK akan dilakukan penahanan selama 20 hari, yakni pada 6-25 Desember 2020.

"Juliari Peter Batu Bara ditahan di rumah tahanan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Adi Wahyono ditahan Rutan Polres Jakarta pusat," ujar Firli Bahuri.

"Sebagai bagian dari protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, maka tahanan akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK pada Gedung ACLC KPK di Kavling C1," ujar Firli didampingi Plt Juru bicara KPK Ali Fikri, pimpinan KPK lainnya yaitu Karyoto.

Pasal yang disangkakan kepada Juliari Peter Batu Bara yang diduga sebagai penerima yaitu Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan untuk Adi Wahyono, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.  

Sebelumnya Plt Juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan pers kepada AJNN, Minggu pagi (6/12) menyebutkan bahwa KPK telah mengamankan enam orang pada Sabtu (5/12/2020) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Mereka yang diamankan yaitu Matheus Joko Santoso (MJS), PPK Kemensos; Wan Guntar (WG), Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama; Ardian IM (AIM), pihak swasta; Harry Sidabuke (HS), pihak swasta; Shelvy N Sekretaris Kemensos dan Sanjaya (SJY) pihak swasta. Juliari kemudian menyerahkan diri ke KPK pada Minggu hari ini (6/12/2020).

Dugaan penerimaan suap ini sudah mulai diendus oleh KPK pada tanggal 4 Desember 2020, Tim KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh Penyelenggara Negara yang diberikan oleh Ardian IM dan Harry Sidabuke kepada  Matheus Joko Santoso , Adi Wahyono dan Juliari P Batubara.

Sedangkan khusus untuk Juliari P Batubara pemberian uangnya melalui Matheus Joko Santoso  dan SN yang merupakan orang kepercayaan JPB. Penyidik KPK mendapat informasi bahwa pemyerahan uang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2020, sekitar jam 02.00 Wib di salah satu tempat di Jakarta.  

Dimana uang tersebut sebelumnya telah disiapkan Ardian IM dan Harry Sidabuke disalah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung, yang di simpan didalam 7 koper, 3 tas ransel dan amplop kecil yang jumlahnya sekitar Rp14, 5 Miliar. 

Selanjutnya Tim KPK langsung mengamankan Matheus Joko Santoso, SN dan pihak - pihak lain dibeberapa tempat di Jakarta untuk selanjutnya pihak-pihak yang diamankan beserta uang dengan jumlah sekitar Rp14,5 Miliar dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.  

Dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing, masing-masing sejumlah sekitar Rp11, 9 Miliar, sekitar USD 171,085 (setara Rp2,420 M) dan sekitar SGD 23.000 (setara Rp243 juta).

Komentar

Loading...