Unduh Aplikasi

Setelah Jokowi Kembali

Setelah Jokowi Kembali
Masjid yang roboh diguncang gempa berkekuatan 6,4 skala richter di Pidie Jaya. Foto: Muksalmina

SUASANA penyambutan Presiden Joko Widodo dan para menterinya berlangsung meriah. Tenda-tenda didirikan. Massa korban gempa dikumpulkan. Anak-anak bersuka ria menyambut datangnya orang nomor satu di negeri ini. Untuk sesaat, kedukaan akibat gempa itu luluh.

Namun Jokowi tak di sana. Di tempat para pengungsi yang meringis menantikan bantuan di pedalaman Pidie Jaya. Jokowi hanya singgah di tempat-tempat yang mudah diakses. Apalagi daerah-daerah itu cukup representatif mewakilkan gambaran efek lindu berkekuatan 6,4 skala richter itu.

Di tengah hiruk pikuk kedatangan para pejabat dan para “wisatawan bencana”, masih banyak penyintas yang tak tersentuh bantuan. Bantuan hanya menyapa mereka yang tampak.

Padahal Kementerian Sosial menggelontorkan dana awal sebesar Rp 2 miliar lebih untuk membantu meringankan beban para penyintas. Harusnya dana ini dapat mendorong kinerja pemerintah untuk lebih sigap dalam mendata setiap inci kerusakan di daerah-daerah yang terkena dampak gempa.

Sekali lagi, manajemen kebencanaan yang ada perlu dievaluasi. Pemerintah harus bekerja lebih cepat dan tepat dalam menangani para penyintas gempa. Termasuk membangun jaringan informasi satu atap yang menyajikan data akurat, baik tentang jumlah korban jiwa, para penyintas atau kerusakan material. Apalagi, lalu lintas komunikasi dan data saat ini sudah sangat mudah dan murah.

Pemerintah juga harus memastikan setiap bantuan yang masuk ke Pidie Jaya dan daerah-daerah lain seperti Pidie dan Bireuen benar-benar sampai sesuai kebutuhan. Jangan sampai bantuan menumpuk di satu tempat, sementara di tempat lain, para penyintas yang mulai terserang penyakit dibiarkan kekurangan tanpa bantuan makanan, tempat tinggal sementara dan obat-obatan.

Kehadiran Jokowi hanya sebentar di Pidie Jaya dan Bireuen. Cuma beberapa jam. Namun hendaknya keinginannya agar proses tanggap darurat ini berjalan cepat jangan cepat berlalu. Setiap niat baik yang ada jangan sampai tak terkelola dengan baik. Kita masih bisa membenahi sistem penanganan bencana, sehingga seluruh potensi yang ada benar-benar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi keluarga korban gempa dan para penyintas.

Komentar

Loading...