Unduh Aplikasi

Setahun diswastakan, nihil laporan kelapa sawit di Simeulue

SIMEULUE - Tandan Buah Segar (TBS) hasil kebun kelapa sawit, Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue sejak diswastakan, tidak ada laporan.

Hal itu disampaikan Rapian, Ketua Komisi B, Bidang Ekonomi, DPRK Simeulue, yang ditemui AJNN.net, Jumat (21/2).

"Sudah setahun kebun kelapa sawit PDKS diswastakan, hingga saat ini tidak ada laporan, berapa hasil dan berapa ton yang telah dijual TBS-nya," kata Rapian.

Padahal sebut Rapian, minimal dalam satu tahun, pihak pengelolah, dalam hal ini, PT Kasama Ganda dan pemilik kebun kelapa PDKS, yakni Pemerintah Kabupaten Simeulue, harus melaporkan TBS.

Rapian menilai, persoalan tidak ada laporan hasil TBS kebun kelapa sawit PDKS tersebut, karena pemerintah lalai. "Pengolahannya labih parah dari sebelumnya,"imbuh Rapian.

Kebun plat merah ini diswastakan awal tahun 2013 kepada PT Kasama Ganda.

Kebun kelapa sawit PDKS seluas 5000 hektar di dua lokasi, pegunungan Kecamatan Teupah Selatan dan Teluk Dalam, dihentiakan beroperasi september 2012. Dan telah menghabiskan anggaran Rp227 miliar sejak tahun 2002 lalu.

AHMADI
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...