Unduh Aplikasi

Sering ikut pelatihan. Masih ada siswa kelas enam SD yang tak dapat membaca

PIDIE JAYA- Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pidie Jaya Dr. Roeslan Abdulgani mengatakan, pada prinsipnya semua guru sudah  berkualitas karena telah mengikuti jenjang pendidikan tinggi. Akan tetapi tanpa disiplin dan keikhlasan sama saja.

"Indikator kualitas guru bisa dilihat dari tingkat kelulusan siswa pada UN. Maaf kalau gurunya bodoh tidak mungkin siswa pintar. Seorang guru yang pintar juga perlu ditopang dengan kemauan dan keikhlasan," kata Roslan kepada AJNN, kamis (16/10).

Dia menyebutkan, karena guru telah memenuhi standar pendidikan yang disyaratkan, namum apa yang didapat oleh  seorang di bangku kuliah sangat jauh berbeda dengan proses di lapangan.

"Kalau ditanya bagaimana realnya kualitas seorang guru, saya belum bisa menggambarkannya karena saya belum melakukan penelitian," sebutnya.

Oleh karena hal demikian, dia mengatatakan, kendatipun seorang guru telah mengeyam pendidikan tinggi, tanpa disiplin dalam menjalankan tugasnya sama saja tidak akan dapat menciptakan generasi yang yang berkualitas." Berbicara prestasi tanpa disiplin nonsen," katanya.

Oleh karenanya, untuk meningkatkan kualitas guru dan menempa tentang  kurikulum 2013 untuk diaplikasikan di kelas, pihaknya selaku dinas terkait, telah banyak mengirimkan guru guru untuk mengikuti pelatihan.

"Tiap minggu kita mengirimkan guru untuk mengikuti pelatihan, baik manajemen, kurikulum 2013 dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ditanya berapa anggaran yang tersedia untuk pelatihan peningkatan kualitas guru, angka persisnya dia tidak ingat pasti. Akan tetapi dia menyebutkan anggarannya banyak, dari kabupaten, propinsi bahkan juga dari pusat. Ironisnya ditengah begitu banyaknya dana yang di anggarkan untuk pelatihan guru tersebut,  masih juga terdapat siswa kelas enam sekolah dasar tidak dapat membaca.

Diakuinya, dirinya malu dan kecewa dengam guru kerena masih ada siswa kelas enam SD yang belum bisa membaca dengan lancar."Semua SD yang saya kunjungiada siswa kelas enam yang belum bisa membaca dengan lancar, masih tertatih tatih. Saya mewarning kepala sekolah, tidak ada siswa yang tidak bisa membaca naik kelas," imbuh Roeslan.

Dia menekankan kepada guru dan kepala sekolah, untuk siswa kelas empat, lima dan kelas enam Sekolah Dasar (SD) wajib bisa membaca dengan lancar. Dia menjelaskan untuk siswa siswa yang belum bisa membaca tersebut dirinya memberikan trik kepada guru guru saat mengunjungi sekolah yang didapati siswa belum bisa membaca.

"Setiap anak yang belum bisa membaca setiap pagi diberikan terapi khusus minimal 30 menit di ruangan dewan guru. khusus di ajarkan membaca. Saya yakin dalam lima belas hari siswa tersebut sudah busa membaca," Jelasnya.

IKHSAN PM

Komentar

Loading...