Unduh Aplikasi

September 2019, Aceh Deflasi 0,32 Persen

September 2019, Aceh Deflasi 0,32 Persen
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat pada September 2019, di Kota Banda Aceh terjadi deflasi sebesar 0,55 persen, Kota Lhokseumawe sebesar 0,42 persen dan Kota Meulaboh inflasi sebesar 0,91 persen. Secara agregat untuk Aceh (Gabungan 3 Kota) pada September 2019 mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Wahyuddin, mengatakan deflasi yang terjadi di Provinsi Aceh disebabkan oleh turunnya indeks harga konsumen (IHK) untuk kelompok pengeluaran, seperti kelompok Bahan Makanan deflasi 1,68 persen, dan kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan deflasi 0,07 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami peningkatan indeks adalah Sandang inflasi 0,49 persen, Kesehatan inflasi 0,23 persen, Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga inflasi 0,20 persen, Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau inflasi 0,10 persen, Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar inflasi 0,02 persen.

Sedangkan, Komponen Inti untuk Provinsi Aceh pada September 2019 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen, komponen yang Harganya Diatur Pemerintah deflasi sebesar 0,05 persen, dan komponen Bergejolak mengalami deflasi sebesar 1,72 persen.

“Inflasi “year on year” untuk Kota Banda Aceh sebesar 2,22 persen, Kota Lhokseumawe 1,89 persen, Kota Meulaboh 5,21 persen dan Provinsi Aceh 2,51 persen,“ ungkap Wahyuddin dalam rilis yang diterima AJNN.

Sementara itu, jelasnya, mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang.

Baca: Rustam Effendi: Upaya Pembangunan Ekonomi Pemerintah Tak Berjalan Maksimal

Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

Lebih lanjut, kata Wahyuddin, pada September 2019 harga berbagai komoditas di Provinsi Aceh secara umum menunjukkan adanya penurunan. Hal ini ditandai dengan turunnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,61 pada Agustus 2019, menjadi 131,19 pada September 2019 atau terjadi deflasi sebesar 0,32 persen.

“Inflasi tahun kalender sebesar 1,16 persen dan year on year untuk Provinsi Aceh sebesar 2,51 persen,“ ujarnya.

Lebih lanjut, papar Wahyuddin, dari 157 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga untuk Provinsi Aceh di bulan September 2019, 90 jenis barang dan jasa mengalami peningkatan harga dan 67 jenis barang dan jasa menunjukkan adanya penurunan harga.

Beberapa komoditas di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan harga pada bulan September 2019 antara lain Cabai Merah dengan andil sebesar 0,1700 persen, Cabai Rawit 0,0703 persen, Bawang Merah 0,0602 persen, Tomat Sayur 0,0581 persen dan Kembung/Gembung 0,0376 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan September 2019 antara lain Tongkol/Ambu-Ambu dengan andil sebesar 0,1298 persen, Dencis 0,0359 persen, Emas Perhiasan 0,0358 persen, Daging Ayam Ras 0,0284 persen dan Kangkung 0,0193 persen.

Komentar

Loading...