Unduh Aplikasi

Sepi Pembeli, Pedagang Sepatu di Lhokseumawe Terancam Gulung Tikar

Sepi Pembeli, Pedagang Sepatu di Lhokseumawe Terancam Gulung Tikar
Foto: Suara.com

LHOKSEUMAWE – Pedagang sandal di Kota Lhokseumawe mengaku sepi pembeli sejak beberapa bulan lalu. Hal itu disebabkan wabah Coronavirus Disease (Covid-19) di seluruh penjuru dunia.

Amatan AJNN, di sejumlah pertokoan yang menjajakan sandal serta sepatu terlihat sepi dibandingkan sebelumnya. Bahkan terkadang pedagang mengaku dalam sehari tidak laku atau tanpa pembeli sama sekali.

Seperti diutarakan pedagang sandal dan sepatu, Fazir Ramli, kepada AJNN dirinya mengaku semenjak mewabahnya Corona di Indonesia khususnya di Kota Lhokseumawe, pembeli drastis menurun.

“Sangat sepi, bahkan terkadang dalam sehari sama sekali tidak laku,” katanya, Jumat (1/5).

Sambung Fazir, saat ini bagi pedagang yang mayoritas menengah ke bawah, kebanyakan harus bermodalkan usaha dengan berutang terlebih dahulu, dan jika itu terus berlangsung, dikhawatirkan akan gulung tikar.

“Kalau untuk pemasokan barang dari Pulau Jawa tidak terhambat. Akan tetapi, jika kondisi ekonomi seperti ini, kami pedagang tidak berani memasok lagi, karena tidak laku,” tutur pemuda Aceh Utara itu.

Menurut Fazir, untuk omzet pendapatan sendiri turun 90 persen dibandingkan sebelum mewabahnya Covid-19. Biasanya bisa mendapatkan jutaan rupiah dalam sehari, kini hanya laku ratusan ribu saja, bahkan terkadang sama sekali tidak ada.

Fazir berharap, Pemerintah harus mampu menstabilkan kembali ekonomi masyarakat khususnya di Kota Lhokseumawe. selain itu, juga bisa membantu modal usaha untuk pedagang-pedagang kecil.

“Mungkin dengan kondisi ekonomi darurat seperti saat ini, kalau Pemerintah menyediakan tempat peminjaman uang namun tanpa bunga, kami akan berutang agar usaha kami terus berjalan,” imbuhnya.

Komentar

Loading...