Unduh Aplikasi

Sepekan Selesai Dikerjakan, Tanggul Rp 4 Miliar Ambruk ke Sungai

Sepekan Selesai Dikerjakan, Tanggul Rp 4 Miliar Ambruk ke Sungai
Abutment jembatan Ulee Raket yang roboh pasca satu minggu selesai pengerjaan. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Baru sepekan selesai dibangun tanggul penahan abutment (bangunan bawah jembatan) Ulee Raket, yang berada di Desa Sawang Teubee, Kacamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat amblas ke sungai. Tanggul yang dibangun menggunakan tiang pasak bumi tersebut digadang- gadangkan menghabiskan anggaran Rp 4 miliar rupiah.

Proyek yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2016, membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE, berang. Ramli menuding pengerjaan proyek tersebut dikerjakan asal jadi oleh kontraktor pelaksana.

“Ini kan mubazir, jika pembangunan seperti ini anggaran Rp 4 miliar yang dialokasikan melalui APBA 2016 jadinya sia- sia,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh Barat itu, kepada wartawan, Kamis (29/12), usai melihat kondisi abutment yang roboh itu.

Ramli menilai pengerjaan tanggul tersebut tidak berpedoman pada spek yang seharusnya, akibatnya baru satu minggu usai dikerjakan dan dilalui oleh kendaraan tanggul itupun amblas ke sungai.

Dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut. Pasalnya jembatan itu merupakan akses utama masyarakat Kecamatan Pantee Ceureumen yang terhubung dengan Kecamatan Kaway XVI maupun dengan Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

"Kalau sudah roboh seperti ini, saya khawatir jika longsor di bagian abutment maka jembatan ini akan mudah roboh karena tanggul yang harusnya menahan longsoran telah terlebih dahulu roboh. Harus segera diperbaiki lagi, jika tidak, tinggal tunggu waktu saja badan jalan itu akan amblas," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Nurhasmida (42) meminta kepada pemerintah setempat untuk melakukan pengawasan pengerjaan proyek jembatan itu secara ketat, sehingga pelaksana proyek serius dan penuh tanggung jawab dalam mengerjakan proyek itu.

“Baru lima hari selesai sekarang sudah roboh, kami khawatir jembatan ini ikut roboh jika terjadi longsor,” kata Nurhasmidah.

Komentar

Loading...