Unduh Aplikasi

Sepeda dan Tas Baru untuk Saifuddin

Sepeda dan Tas Baru untuk Saifuddin
Saifuddin bersama sepeda dan tas barunya. Foto: Ist

ACEH BARAT - Saifuddin (12), tak mengenal kata lelah dalam menuntut ilmu. Ia tercatat sebagai siswa kelas I di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pante Ceureumen. Untuk menuju ke sekolahnya, Saifuddin harus berjalan kaki sepanjang 8 kilometer.

Saifuddin tinggal di Dusun Musalla atau sering disebut Krueng Meulaboh, Desa Pante Ceureumen, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Ia merupakan anak yatim, ayahnya sudah lama meninggal dunia, kini ibunya yang menjadi tulang punggu dalam keluarga.

Ia merupakan anak terakhir dari dua bersaudara. Untuk membiayai kehidupan sehari-hari, ibunya bekerja sebagai pengumpul batu koral di sungai. Walaupun harus berjalan kaki sepanjang 8 KM, Saifuddin tetap semangat untuk bersekolah.

Baca: Timoeh dan Gemslover Indonesia Distribusikan Bantuan ke Pijay

Biasanya, Saifuddin berangkat ke sekolahnya usai Salat Subuh. Karena butuh dua jam perjalanan utnuk sampai di sekolahnya. Bahkan jalan yang dilalui Saifuddin pun merupakan tempat lalu linta gajar liar

"Loen beurangkat leuh suboh ngoen gaki. Kadang-kadang na meurumpok bakat gajah," (saya berangkat setelah subuh dengan berjalan kaki, kadang sering menjumpai bekas kaki gaja," kata Saifuddin dengan lugunya, Minggu (29/10).

Hebatnya, Saifuddin tidak pernah mengeluh kepadanya ibunya untuk dibelikan sepeda agar bisa mudah ke sekolah. Ia sadar kalau ibunya tidak mungkin bisa membelikan sepeda untuknya.

Saifuddin bersama ibu, keuchik dan anggota Komunitas Timoeh usai menerima sepeda dan tas baru. Foto: Ist

Keuchik Pante Ceureumen Teuku Nashar membenarkan kalau jalan untuk ke sekolah Saifuddin merupakan lalu lintas gajah liar.

"Itu memang lalu lintas gajar liar, gajah liar sering lewat jalan itu," kata Teuku Nashar.

Kabar kehidupan Saifuddin di dengar oleh Komunitas Timoeh. Komunitas ini fokus pada bisnis sosial, yakni memberi modal usaha pada masyarakat miskin tanpa bunga dan tanpa anggunan. Modal berasal dari hasil celengan member Timoeh itu sendiri yang dibuka pada tiap bulannya.

Selanjutnya member Timoeh mengumpulkan uang untuk membelikan sepeda baru bagi Saifuddin. Tak hanya itu, Timoeh juga menyerahkan tas baru untuk Saifuddin.

Baca: Ketua Timoeh Jadi Pemateri pada Latihan Kepemimpinan

Ketua Timoeh Zainul Ashri melalui Juru Bicara Timoeh Ishalyadi mengatakan pihaknya sudah menyerahkan sepeda dan tas baru untuk Saifuddin. Uang untuk membelikan sepeda merupakan hasil pengumpulan dari anggota Timoeh.

"Kalau tas dibantu oleh penjual tas. Ceritanya ketika kami membeli tas di salah satu toko di Meulaboh, jadi ketika kami sampaikan tas ini untuk diserahkan kepada anak yatim, pemilik toko langsung mengratiskan tas itu," kata Ishalyadi.

Ishalyadi mengaku bangga melihat semangat Saifuddin untuk bersekolah. Saifuddin terkejut ketika diberikan sepeda dan tas baru itu. Saifuddin juga tampak sangat bahagia ketika diserahkan hadiah itu.

"Ketika penyerahan kami didampingi oleh keuchik setempat, ibunya juga merasa bersyukur karena telah membantu anaknya agar mudah untuk pergi ke sekolah," ujar Ishalyadi.

Ia juga berharap dengan adanya sepeda baru semangat Saifuddin untuk meraih cita-cita semakin bertambah.

"Semoga Saifuddin bisa menjadi anak yang bisa membanggakan orang tuanya, karena semangatnya untuk belajar sangat tinggi," ujarnya.

Komentar

Loading...