Unduh Aplikasi

Sepanjang Tahun 2021, Tiga Satwa Dilindungi dan Enam Ekor Ular Phyton Dilepasliarkan di Lhokseumawe

Sepanjang Tahun 2021, Tiga Satwa Dilindungi dan Enam Ekor Ular Phyton Dilepasliarkan di Lhokseumawe
BKSDA lepasliarkan Elang Brontok. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe, BKSDA Aceh melepasliarkan tiga ekor satwa dilindungi. Angka tersebut terhitung sejak awal Januari hingga Mei 2021.

Jenis satwa dilindungi yang dilepasliarkan tersebut yakni, elang brontok, kukang, dan kucing kuwuk. Selain itu pihaknya juga melepasliarkan lebih kurang enam ekor ular Phyton.

“Satwa dilindungi yang kita lepasliarkan ke habitatnya di pegunungan Aceh Utara tersebut diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe, Kamarudzaman melalui Stafnya Choirunnisa kepada AJNN, Jumat (11/6).

Lanjut Nisa, ada juga penyerahan satwa lainnya di tahun ini, tetapi karena pertimbangan kondisi medis, dan menurut tim tidak layak untuk dilepasliarkan, jadi dievakuasi ke Banda Aceh.

“Kita mengimbau kepada masyarakat khususnya Provinsi Aceh, untuk tidak menangkap, memelihara, menyimpan, memiliki, dan memperniagakan satwa yang dilindungi negara dalam keadaan hidup,” ujarnya.

Karena , menurut Nisa, hal tersebut sesuai dengan Pasal 21 ayat (2) dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa saja satwa liar yang termasuk dilindungi negara khususnya dengan adanya peraturan terbaru tentang jenis tumbuhan dan satwa dilindungi.

“Yang ada pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi,” imbuhnya.

Komentar

Loading...