Unduh Aplikasi

Sepanjang 2021, Ombudsman Terima 159 Pengaduan Masyarakat Terkait Pelayanan Publik

Sepanjang 2021, Ombudsman Terima 159 Pengaduan Masyarakat Terkait Pelayanan Publik
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin Husin. Foto: AJNN/Indra Wijaya

BANDA ACEH - Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin menyebutkan dalam kurun tiga bulan terakhir, Ombudsman Perwakilan Aceh menerima 159 laporan pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik di Aceh, Rabu (7/4/2021).

Ia mengatakan, terbanyak dari laporan itu terkait pengaduan masyarakat mengenai sistem pemerintahan di desa.

"Itu terkait soal anggaran, transparansi dan keterbukaan informasi. Tahun sebelumnya laporan seperti itu sebenarnya sudah mencuat juga," kata Taqwaddin saat ditemui AJNN.

Karena semakin banyak laporan mengenai isu pemerintahan desa, pihaknya kini tengah mencari solusi terbaik untuk mencegah adanya dugaan maladministrasi.

Pihaknya juga beberapa waktu lalu membuka gerai pengaduan pelayanan publik di Kota Langsa dan Aceh Jaya.

Di gerai tersebut, masyarakat dapat melaporkan atau berkonsultasi secara gratis kepada tim Ombudsman terkait dugaan maladministrasi pelayanan publik, baik oleh instansi daerah, instansi vertikal, maupun BUMN yang ada di daerah.

"Gerai ini kita buka sementara saja. Demi menerima pengaduan dari masyarakat. Sehingga masyarakat tidak harus ke Banda Aceh untuk melapor ke Ombudsman," ucapnya.

Untuk Kota Langsa sendiri, pihaknya 25 laporan pengaduan dari masyarakat terkait pelayanan publik di kota tersebut. Sementara untuk Aceh Jaya, lanjutnya, 11 pengaduan.

"Sebahagian memang kita bawa kesini laporannya, kita masukkan dalam sitem kita disini. Sebahagian yang melakukan konsultasi sudah diberi langsung jawabannya oleh petugas," ungkapnya.

 

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...