Unduh Aplikasi

Sepanjang 2020, Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WNA karena Overstay

Sepanjang 2020, Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WNA karena Overstay
Kepala Imigrasi kelas I TPI Banda Aceh, Telmaizul Syatri. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Sepanjang Januari hingga November 2020, kantor Imigrasi kelas I TPI Banda Aceh telah mendeportasi enam warga negara asing (WNA) karena Overstay. 

Kepala Imigrasi kelas I TPI Banda Aceh, Telmaizul Syatri menyebutkan enam warga asing itu dideportasi karena visa kunjungannya sudah kedaluarsa lebih dari 15 hari hingga 33 hari.

Ke enam warga asing itu terdiri dari dua warga Kamboja, satu orang warga India, Pakistan, Francis dan Mesir. Mereka tidak mampu membayar denda overstay. 

"Dari enam orang itu, satu diantaranya masuk deportasi tangkal yakni warga negara Francis yang dideportasi sekaligus ditangkal masuk ke Indonesia selama enam bulan," kata Telmaizul didampingi Kasubbag Tata Usaha, Muhammad Hatta, Senin (21/12).

Didampingi Kasubsie Intelijen Keimigrasian, Barliano, Telmaizul mengatakan pihaknya melakukan tindakan administratif itu demi tegaknya kedaulatan negara serta memberikan efek jera bagi warga asing yang masuk ke Indonesia khususnya Aceh.

"Orang asing untuk bayar beban aja tidak mampu untuk apa lama-lama di Aceh, lebih baik kita deportasi aja mereka," sebut Telmaizul

Ia juga menambahkan di tahun 2020, kantor Imigrasi kelas I TPI Banda Aceh telah melayani 549 permohonan izin tinggal terdiri dari izin tinggal tetap, izin tinggal terbatas dan izin tinggal kunjungan. 

"Sementara untuk penerbitan pasport realisasinya 8.135 pasport dari target 32 ribu. Penurunan ini dikarenakan pelayanan Keimigrasian tidak optimal pada masa pendemi Covid 19," katanya. 

Sedangkan realisasi anggaran 2020 mencapai mencapai Rp 7,2 miliar lebih dari pagu Rp 8,5 miliar. 

"Realisasi anggaran mencapai 84,89 persen. Dikarenakan refocusing anggaran Rp 1,08 miliar lebih untuk penangganan Covid 19," ungkapnya. 

Komentar

Loading...