Unduh Aplikasi

Sepanjang 2017 hingga Mei 2018, 12 Ekor Paus Terdampar di Aceh

Sepanjang 2017 hingga Mei 2018, 12 Ekor Paus Terdampar di Aceh
Seekor paus yang mati terdampar di perairan Aceh Timur. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Sepanjang tahun 2017 hingga Mei 2018, sebanyak 12 ekor paus terdampar di perairan Provinsi Aceh. Dari jumlah angka tersebut, enam ekor diantaranya selamat dan enam ekor lainnya mati.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, dari data yang dikumpulkan pihaknya terdapat 12 ekor paus mamalia yang dilindungi itu terdampar di pesisir Aceh. Yakni di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Timur dan Aceh Singkil.

“Di Aceh Besar tepatnya pesisir pantai Ujong Kareung, Kecamatan Masjid Raya, terdapat 10 ekor paus yang terdampar, enam diantaranya masih hidup dan empat mati pada Desember 2017 lalu,” katanya kepada AJNN, Kamis (21/6).

Selain itu, pada Februari 2018, satu ekor paus kembali terapung di Pulau Asok, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil, dalam kondisi mati. Serta terakhir pada pertengahan Mei 2018, satu ekor paus juga terdampar di Aceh Timur, tepatnya di Kuala Baroh Beugeng, Kecamatan Nurussalam.

Baca: Seekor Paus Terdampar di Pantai Aceh Timur

“Kami tidak tahu penyebab pasti kematian paus-paus tersebut, karena itu butuh penelitian yang detail dan harus dilakukan oleh ahli-ahli. Dan saat ini di Aceh belum ada ahli tentang paus,” ungkapnya.

Kalau dilihat secara umum, paus-paus itu terdampar karena dalam kondisi sakit sehingga akan kepinggir, selain itu juga karena efek sonar atau aktifitas manusia seperti pengeboran, sonar kapal, gempa dalam laut, dan aktifitas manusia. Selain itu juga karena memakan plankton.

“Kami berharap di Aceh ini bisa segera ada akses pemangku kepentingan yang dapat mengantisipasi kejadian mamalia laut yang terdampar, karena hal itu tidak dapat ditangani oleh satu pihak. Selain itu juga ada yang mendorong putra Aceh untuk mempelajari tentang paus,” pungkasnya.

Komentar

Loading...