Unduh Aplikasi

Sepanjang 2016, Ditreskrimum Polda Aceh Tanggani 130 Perkara

Sepanjang 2016, Ditreskrimum Polda Aceh Tanggani 130 Perkara
Foto: liputan6

BANDA ACEH - Sepanjang tahun 2016 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh menanggani 130 perkara, angka tersebut menurun jika dibandingkan setahun sebelumnya 145 kasus.

Kapolda Aceh Irjen Pol Rio Septianda Djambak menyebutkan dari jumlah kasus tersebut sebagian sudah tahap penyelesaian dan sebagian masih tahap penyidikan.

"Ada beberapa kasus yang sudah P21 dan sebagian ada kasus masih tahap penyidikan," katanya, Jumat (30/12).

Dikatakannya, untuk kasus yang paling menonjol yang berhasil diungkap oleh Polda Aceh pada 2016 yakni penyerahan senjata api temuan sisa konflik oleh warga Pidie di gampong Kumbang pada akhir Januari.

Selanjutnya kasus pembunuhan di desa Paya Dua kecamatan Peudawa, Aceh Timur oleh pelaku Sukri terhadap korban Masitah. Serta peledakan mobik anggota DPRK Bener Meriah.

"Kedua kasus tersebut sudah tahap penyelesaian atau P21," ujar Kapolda.

Sementara untuk kasus sengketa pembangunan pabrik semen di desa Laweung, Pidie antara PT.Samana Cita Agung dengan masyarakat setempat masih ditunda penyidikannya, ini disebabkan masih menunggu upaya mediasi kedua belah pihak.

"Sedangkan peledakan ruko di Idie Rayek, Aceh Timur masih proses hukum tahap I, untuk teror bom palsu di Vihara Budha Lhokseumawe dan gereja Methodist Bireun masih proses penyidikan," jelas jenderal bintang dua itu.

Kapolda juga menyebutkan untuk tindak pidana yang ditanggani Polres dan jajaran sepanjang tahun ini ada 3.735 perkara yang meliputi curanmor 1.213 kasus, pencurian biasa 618 kasus, pencurian dengan kekerasan 132 kasus.

Selanjutnya kasus penggelapan terdapat 672 kasus, penipuan 524 kasus, penganiayaan 165 kasus, serta judi/maisir 168 kasus.

"Untuk kasus cabul ada 104 kasus, perdagangan manusia 7 kasus dan penyalahan senjata api serta bahan peledak 11 kasus," kata Kapolda.

Meski sejumlah perkara belum semua tahap penyelesaian, Kapolda Aceh Irjen Pol Rio Septianda Djambak tetap mengapresiasi anggotanya dalam menyelesaikan beberapa kasus tersebut yang menjadi perhatian publik sepanjang tahun ini.

"Saya harapkan semua anggota bisa bekerja profesional dan kasus yang belum tahap penyelesaian bisa cepat diselesaikan," imbuhnya.

Komentar

Loading...