Unduh Aplikasi

Sepanjang 2016, Bea Cukai Selamatkan Negara dari Kerugian Rp 4,8 Miliar

Sepanjang 2016, Bea Cukai Selamatkan Negara dari Kerugian Rp 4,8 Miliar

BANDA ACEH - Sepanjang Januari sampai Desember 2016, Bea dan Cukai Aceh menindak sebanyak 176 pelanggaran ketentuan kepabeanan dan cukai. Dari tindakan ini, lembaga ini menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 4,8 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dirjen Bea dan Cukai Aceh Rusman Hadi kepada wartawan pada saat pemusnahan barang Ilegal di kantor Bea Cukai Banda Aceh, (21/12).

Barang yang diamankan itu adalah gula, beras, bawang sebanyak 359 ton. Narkotika sebanyak 1,349 gram, rokok 503,570 batang, telepon genggam dan aksesorinya sebanyak 2 kotak besar. Obat-obatan sebanyak 519 pak, baju bekas, airsoft gun dan sex toys.

"Tindak lanjut dari tindakan tersebut adalah pemusnahan barang tidak layak konsumsi. Sementara barang yang masih layak konsumsi akan dihibahkan kepada Pemerintah Aceh," ujar Rusman.

Dia menambahkan selama kurun waktu 2016 Bea dan Cukai Aceh juga melakukan 12 kali penyidikan terkait penyelundupan bawang merah dan unggas di pantai timur Aceh serta penyediaan gula dan beras ketan dari kawasan bebas Sabang.

"Seluruh kegiatan penyidikan tersebut telah dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan serta telah mendapatkan vonis keputusan dari pengadilan negeri setempat," tambah Rusman.

Menurutnya penindakan yang dilakukan Bea dan Cukai ini mengalami peningkatan yang signifikan bila digantikan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Yaitu pada 2014 sebanyak 47 tindakan, 2015 sebanyak 97 tindakan, sementara 2016 sebanyak 176 penindakan, jadi ini hampir dua kali lipat mengalami peningkatan," tutur Rusman.

Komentar

Loading...