Unduh Aplikasi

Seorang Wanita Jadi Tersangka Perusakan Kantor Desa Kute Kering Bener Meriah

Seorang Wanita Jadi Tersangka Perusakan Kantor Desa Kute Kering Bener Meriah
Polisi berupaya mengamankan unjuk rasa dan Pengrusakan kantor desa Kute Kering. Foto untuk AJNN.

BENER MERIAH - Satu orang wanita berinisial H, warga Kute Kering, Bukit dijemput oleh pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Bener Meriah dari rumahnya tadi pagi. Wanita yang merupakan janda beranak satu tersebut, dijemput usai ditetapkan sebagai tersangka perusakan kantor desa Kute Kering. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya melalui Kasatreskrim Iptu Rifki Muslim.

"Benar tadi saya bersama anggota sudah menjemput tersangka dari rumahnya, saat kami jemput tersangka tidak melakukan perlawanan dan sangat kooperatif," ujar Rifki Muslim kepada AJNN, Sabtu (13/6) di Redelong.

Baca: Kantor Desa Kute Tanyung Bener Meriah Dibakar OTK

Rifki juga menjelaskan saat penjemputan tersangka, pihaknya juga menerjunkan beberapa orang Polisi Wanita (Polwan). Rumah tersangka juga berada tidak terlalu jauh dengan kantor Desa yang sebelumnya dirusak.

Keyakinan polisi menetapkan H sebagai tersangka berdasarkan kesaksian sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian. Para saksi ini sudah dimintai keterangan oleh polisi beberapa waktu lalu. Selain itu ada juga laporan dari korban (Aparatur Kampung) yang melihat langsung pada saat kejadian.

"Sejumlah saksi juga melihat langsung tersangka melempar batu ke kaca jendela kantor desa dan membanting kursi," ujar Rifki Muslim.

Pasal yang dikenakan terhadap tersangka adalah Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan fasilitas umum dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan Juncto pasal 406 tentang Pengrusakan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Selain itu Polres Bener Meriah, menurut Rifki juga akan terus mendalami dan mengembangkan Kasus ini. Dirinya juga mengatakan ada kemungkinan aktor intelektual dibalik kasus perusakan kantor desa tersebut, sehingga pihaknya akan mencari dan tidak akan berhenti pada tersangka H saja . Apalagi kejadian tersebut menurut Rifki seperti ada yang menkondisikan.

Terkait pembakaran kantor desa Kute Tanyung pihak Satreskrim Polres Bener Meriah juga telah memeriksa tujuh orang saksi, dua diantaranya ditetapkan sebagai tersangka yaitu S (46) dan M (48). Namun penetapan terhadap dua tersangka ini bukan terkait pembakaran, tetapi karena pengancaman kepada aparatur desa, sebelum kejadian pembakaran itu terjadi.

"Kejadian pengancaman terjadi pada sore hari sebelum sebelum pembakaran terjadi, malamnya ada pembakaran," ungkap Rifki.

Untuk dua orang tersangka pengancaman aparatur kampung Kute Tanyung, Rifki mengatakan keduanya dikenakan pasal 368 ayat (1) KUHP mengenai ancaman kekerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun Juncto pasal 212 KUHP yang menyebutkan barang siapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah. Ancaman pidana penjara satu tahun empat bulan.

Komentar

Loading...