Unduh Aplikasi

Senjata Api dan Pemilu

Senjata Api dan Pemilu
ilustrasi.

 POLISI seharusnya meningkatkan pengawasan terkait peredaran senjata api ilegal. Keberadaan senjata itu akan sangat rawan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan sosial.

Terutama menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum 2019. Ini adalah saat-saat yang rawan. Senjata adalah cara para politikus kotor untuk menjatuhkan lawan politik.

Berkaca pada hasil tangkapan yang dimusnahkan di Aceh Utara, terdapat sejumlah senjata yang cukup berbahaya jika dibiarkan berada di tangan yang salah. Apalagi, jenis yang disita ini cukup "berat". 

Lima pucuk AK 56, satu pucuk RPD, dua pucuk laras pendek jenis FN, satu pucuk revolver, 1 buah pelontar jenis GLM dan satu 1 pucuk senjata api rakitan peninggalan masa konflik yang diserahkan oleh warga kepada pihak kepolisian.

Polisi harus mengerahkan sumber daya mereka untuk mengungkapkan dan menangkap orang-orang yang masih memiliki senjata api. Termasuk mencari keberadaan senjata itu dan menyitanya. Apalagi, polisi mengaku telah melakukan pemetaan. 

Senjata ini juga akan disalahgunakan oleh para gembong narkoba untuk melindungi kejahatan mereka. Dengan tingginya pasokan sabu-sabu ke daratan Aceh, via laut, para gembong akan berusaha untuk mempertahankan eksistensi mereka dan melindungi bisnisnya.

Masyarakat juga tak perlu takut melaporkan orang-orang yang diduga memiliki senjata api. Keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam upaya memberantas kepemilikan senjata api ilegal dan membangun rasa aman di lingkungan sekitar.

Komentar

Loading...