Unduh Aplikasi

Senin berdarah di Kota Juang

BIREUEN -  Duka itu teramat dalam bagi seorang perempuan bernama Misrawati. Dalam sekejap orang-orang terkasih meninggal dalam tak wajar. Suami, anak dan adiknya merenggang nyawa setelah ditembus timah panas di malam  naas.

Senin malam 31 Maret 2014,  sekitar pukul 21.00 Wib saat mobil berbalut gambar Caleg Partai Aceh yang mereka tumpangi melewati jalan Buket Teukuh, Kota Juang, Bireuen mereka dikejutkan dengan suara rentetan senjata dari jarak dekat.  Misrawati yang saat itu juga berada dalam mobil bersama 11 penumpang lainnya kalut. Dia sangat terkejut saat menemukan suaminya Juwaini, putra kecilnya Khairil  Anwar  dan adik kandungnya Azirawati bersimbah darah.

Misrawati bahkan tak mampu berkata-kata. Saat orang-orang berdatangan ke rumah sakit Dokter Fauziah Bireuen ibu berusia 25 tahun ini hanya terisak-isak. Ia tak pernah menyangka kepergian untuk berobat merupakan pertemuan terakhir dengan orang-orang yang ia cintai.

Ketiga jenazah dibawa pulang ke rumah duka di desa Lheu Simpang, Jeunieb. Sementara Fakhrurrazi, satu korban lain yang mengalami kritis di bawa ke RS Zainal Abdidin, Banda Aceh.

Paginya ketiga jenazah disemanyamkan dalam satu liang lahat. Banyak kerabat dan masyarakat datang mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Untaian doa sambung-menyambung.

Ketua Partai Aceh Wilayah Bireuen, Tgk Darwis Djeunieb dan Sekretaris Muzakir Zukifli serta pengurus Partai Aceh lainnya turut mengatarkan.

AJNN turut melayat ke rumah duka. Di sana, suasana duka begitu terasa. Misrawati masih larut dalam kesedihan. Tetesan air di matanya tak terbendung, sebagian pelayat bahkan ikut menangis, seakan mereka dapat merasakan betapa berat nesta yang didera Misrawati.

Siapa pun pasti terpukul, apa lagi kematian mereka karena kebiadaban sekelompok orang. Apa salah Juwaini, Azriati bahkan Khairil Anwar bocah berusia 1,5 tahun sehingga tega diberondong dengan senjata.

Lantas apa motif penembakan ini?

Kapolres Bireuen, AKBP M.Ali Khadafi, S.IK belum bisa menyimpulkan. Dia tidak mau terburu-buru mengakitkan tragedi ini dengan politik. Meskipun mobil yang jadi sasaran penembakan adalah mobil bergambar caleg Partai Aceh.

"Saya tidak mengatakan itu keterkaitan dengan politik,” kata Kapolres.

Namun pihaknya mengaku serius menangani kasus tersebut. Sudah 10 orang diperiksa sebagai saksi.  Mereka juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di sana kata Kapolres petugas menemukan tiga proyektil kaliber 7,62 dan selongsong amunisi.

Selanjutnya barang bukti tersebut dikirimkan latfor forensik Medan untuk diteliti.

Saat didesak oleh wartawan tentang motif penambakan "Tersangka pelaku masih dipelajari profil dan ciri-cirinya, sampai saat ini kita sudah memeriksa 10 saksi, motifnya masih kami dalami, kita belum bisa menduga-duga, masih dalam pengembangan penyelidikan motif dari kejadian ini,” jawabnya.

Meski kepolisian tidak mau mengaitkan dengan politik, namun bila dilihat dari rentetan peristiwa jelang pemilu banyak pengrusakan mobil bergambar partai politik jadi sasaran. Seperti pembakaran mobil caleg PA di Lhoksukon, pengrusakan mobil PA di Rajawali Banda Aceh, pengrusakan mobil PNA di Peukan Biluy Aceh Besar dan sederetan periswatiwa lainnya.

Sementara itu Ketua Partai Aceh Wilayah Bireuen, Darwis Djeunieb meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini.

"Kita mengharapkan Mabes Polri, Polres Bireuen untuk mengusut tuntas,  harus ditangkap siapa pelaku, siapa di belakang layar, siapa yang menyuruh," kata Darwis Djeunieb.

Ditambahkannya, "Pelaku harus diseret ke pengadilan, ke meja hukum.”.

Prilaku orang-orang tak bertanggung jawab itu kata Darwis membuat banyak orang sengsara. Apalagi salah satu korban anak berumur 1,5 tahun.

“Betapa hancur hati keluarga dan hancur hati rakyat Aceh," sambung Darwis.

Darwis berharap tidak ada pihak-pihak yang ingin menggagalkan Pemilu di Aceh. Bahkan jangan ada yang merusak perdamaian Aceh.

SAFRI MS – ZULIA JM
Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...