Unduh Aplikasi

Sengketa Lahan Perbatasan Pidie-Pidie Jaya Mulai Temui Titik Terang

Sengketa Lahan Perbatasan Pidie-Pidie Jaya Mulai Temui Titik Terang
Ratusan warga Baroh Lancok memblokade jalan masuk ke Gampong Pusong beberapa waktu lalu. Foto: Dok AJNN

PIDIE JAYA - Konflik tapal batas antara Gampong Pusong, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, dengan Gampong Baroh Lancok, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, menemui titik terang.

Seperti diketahui, terjadi sengketa lahan di perbatasan dua gampong tersebut. Akibatnya, warga Baroh Lancok sempat memblokade dengan merusak jembatan penghubung Gampong Pusong dengan Gampong Baroh Lancok.

Baca: TPPBD Pijay akan Temui Pemkab Pidie Soal Konflik Tapal Batas di Bandar Baru

Namun, kini sengketa lahan diperbatasan Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya itu dipertegas oleh kedua pemrintah kabupaten setelah dilakukan musyawarah.

"Hasil pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Pidie pada hari Selasa kemarin di aula Pemerintah Kabupaten Pidie menghasilkan kesepakatan bahwa persoalan batas antara Pidie dengan Pidie Jaya itu diselesaikan di tingkat kabupaten yang melibatkan pemerintah Aceh," kata Kabag Pemerintahan Sekdakab Pidie Jaya, Muslim Khadri saat meninjau kembali lokasi sengketa lahan bersama perwakilan Pemerintah Pidie, Kamis (9/4).

Sedangkan persoalan sengketa lahan seluas enam hektar berdasarkan surat Camat Bandar Baru pada tahun 1993, Muslim menjelaskan, hal itu akan disesuaikan kembali oleh pemerintah, artinya, pemerintah yang akan menentukan siapa yang berhak atas lahan yang saat ini menjadi sengketa itu.

"Terkait kepada gampong apa yang berhak mengelola lahan enam hektar itu, nanti Pemerintah Pidie dan Pidie Jaya akan membahas kembali. Sebab lahan itu adalah milik negara, jadi pemerintah yang menentukannya," tegas Muslim.

Ia meminta kepada pihak Gampong Pusong dan Gampong Baroh Lancok untuk menerima keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Keputusan akan diambil oleh kedua kabupaten, gampong harus menerima dan dilaksanakan atas dasar keputusan dari Pemerintah Kabupaten Pidie maupun Kabupaten Pidie Jaya," tegasnya lagi.

Muslim menambahkan, untuk memperjelas lahan yang menjadi sengketa itu, pihaknya juga menurunkan tim Badan Pertanahan Negara (BPN) Pidie Jaya ke lokasi.

Pantauan AJNN, kedua perwakilan pemerintah hadir ke lokasi tersebut, diantaranya dari Pemerintah Pidie, Asisten II Bukhari, Kepala Kesbangpol Zulfikar dan Kabag Pemerintahan Afrizal. Sementara mewakili Pemerintah Pidie Jaya, Kabag Hukum Iskandar, dan Kepala Kesbangpol, A Jalil.

Selain itu, unsur TNI/Polri dari dua kabupaten juga turut hadir ke lokasi.

Pemerintah juga mendamaikan kedua keuchik (kepala desa), yakni Keuchik Gampong Pusong, M Jafar, dan Keuchik Gampong Baroh Lancok, M Yusuf, dengan berjabat tangan di lokasi agar tidak terjadi lagi perselisihan dua gampong tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Kembang Tanjong, Iptu Alven Febrino meminta kedua gampong untuk tidak memprovokasi warga yang berujung pada perbuatan melawan hukum seperti pengrusakan jembatan penghubung Gampong Pusong dan Gampong Baroh Lancok beberapa waktu lalu.

"Kami selaku penegak hukum meminta jangan ada provokasi yang menyebabkan perbuatan melawan hukum. Permasalahan ini (sengketa lahan) kita serahkan kepada pemerintah, biar pemerintah yang mengambil keputusan," pintanya tegas kepada dua keuchik yang turut hadir di lokasi.

Komentar

Loading...