Unduh Aplikasi

Sendiri Melawan Pandemi

Sendiri Melawan Pandemi
Ilustrasi: Grand Rapid

SANGAT tidak adil rasanya membiarkan para tenaga medis berjuang sendirian melawan Covid-19. Mereka bekerja siang malam untuk memastikan orang-orang yang mendapatkan perawatan di rumah sakit mendapatkan pelayanan kesehatan untuk kesembuhan mereka. 

Sementara di luar rumah sakit, masyarakat hampir tak merasakan ancaman penularan Covid-19. Pusat-pusat perbelanjaan, warug-warung kopi, dan tempat-tempat keramaian terus dibiarkan beroperasi tanpa mengindahkan aturan tentang protokol kesehatan Covid-19. 

Suasana kontras itu harusnya tidak terjadi jika masyarakat memahami bahwa bahaya Covid-19 itu nyata. Pun virus ini pun diketahui secara menular di tempat-tempat yang ramai. Seperti di mall dan warung kopi. 

Kelengahan ini terlihat seiring dengan melonjaknya angka penularan Covid-19 di Sumatera. Di Aceh, angka penularan menumbus 12.126 kasus. Penderita yang kini dirawat 1.459 orang dan korban meninggal dunia mencapai 484 orang.  

Juaranya: Banda Aceh. Daerah ini tercatat mengalami kasus positif tertinggi. Kasus akumulatif Covid-19 di Banda Aceh mencapai 3.523 orang. Penderita yang sembuh sebanyak 3.097 orang, dan 87 orang dinyatakan meninggal dunia. Kasus aktif, atau warga Banda Aceh yang dirawat, saat ini, sebanyak 339 orang

Angka yang setiap hari dipublikasinya di media massa dan laman resmi pemerintah itu bukan untuk menakut-nakuti. Penyebaran Covid-19 ini sama nyatanya dengan penderitaan yang dialami para penderita. Kesaksiannya dapat ditanyakan kepada Google.

Kewaspadaan dan upaya pencegahan ini tidak akan mematikan perekonomian, seperti yang banyak dikeluhkan oleh para pemilik mall atau warung kopi saat pemerintah melakukan pembatasan. 

Karena yang dituntut hanyalah kesadaran untuk tidak berkerumun dalam satu titik. Masing-masing individu harus menyadari bahwa keberadaan mereka di satu titik berpotensi menularkan atau tertular virus ini. 

Aceh sempat mengalami kesulitan saat sejumlah tenaga kesehatan kelimpungan dan terus berkurang karena mereka ikut tertular meski tidak menikmati secangkir kopi atau berbelanja di mall. Karena itu, tidak fair rasanya jika kita terus membiarkan mereka, para tenaga medis, berjuang sendirian melawan pandemi ini. 

Komentar

Loading...