Unduh Aplikasi

Senator: Gerakan maritim agar dimulai dari Aceh

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Rafly Kande menyarankan gerakan membangun sektor maritim untuk pembangunan ekonomi rakyat seharusnya dimulai dari ujung barat Indonesia, yakni Aceh, karena sebagian besar wilayahnya di kelilingi lautan.

“Kedatangan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti dalam beberapa hari kedepan, akan kita sampaikan menyangkut pentingnya laut Aceh yang sarat dengan potensi dimasukkan dalam pembangunan prioritas maritim Indonesia,” kata Senator asal Aceh itu di Banda Aceh, Minggu.

Rafly yang didampingi Ketua Pemuda Tani Indonesia pada Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh Tamizi A Gani berkesempatan berkunjung dan dialog dengan petani tambak dan keramba yang ada di Banda Aceh.

Ia mnilai, potensi perikanan, baik darat maupun laut cukup besar, sehingga tidak salah jika pemerintah menjadikan daerah ini sebagai gerakan pembangunan sektor meritim di ujung barat Indonesia.

Bahkan dalam kunjungannya di kawasan tambak Ulee Lheue, Banda Aceh, Rafly sempat mengutarakan kepada para petani keramba, dirinya akan memperjuangkan kemajuan petani tambak dan pelaut, apalagi wilayah Aceh yang dikelilingi laut dan berpotensi.

Rafly yang terkenal lewat musik etnik dan kini menjadi salah seorang perwakilan Aceh di Jakarta, menyampaikan bahwa Komite II  DPD RI telah mengusulkan tentang undang-undang perlindungan nelayan pada rapat Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

“Kita akan bersama-sama membangun nelayan Aceh dan Indonesia, serta sejumlah sektor lain yang juga tidak boleh kita kesampingkan,” jelas Rafly.

Selain itu, untuk menjaga aset kekayaan laut Indonesia, kata Rafly, pemerintah harus membangun satu titik sentral pengawasan laut di mulut Selat Malaka dengan ukuran standart International, sehingga para penjarah laut dan pulau-pulau yang tersebar di wilayah perairan yang berbatasan dengan Malaysia selamat dari penjarahan ikan.

Komentar

Loading...