Unduh Aplikasi

Fadhil Rahmi Desak Kejati Aceh Keluarkan Status Hukum Gedung Asrama Haji Mangkrak

Fadhil Rahmi Desak Kejati Aceh Keluarkan Status Hukum Gedung Asrama Haji Mangkrak
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Fadhil Rahmi. Foto: Ist

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Fadhil Rahmi mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh segera mengeluarkan rekomendasi terkait status gedung asrama haji Aceh yang mangkrak sejak tujuh lalu.

"Persoalan hukumnya harus tuntas agar bangunan ini tidak lagi mangkrak," kata Fadhil Rahmi dalam rapat bersama Menteri Agama di Jakarta, Senin (10/2). 

Kata Fadhil, kapasitas asrama haji Aceh saat ini tidak mampu menampung dua Kloter jamaah sekaligus jika dalam proses keberangkatan terjadi sesuatu seperti delay.

"Jika memang tidak lagi bermasalah secara hukum, kita minta kejaksaan segera mengeluarkan keterangan tidak lagi bermasalah. Sehingga pembangunannya bisa dilanjutkan kembali," ujarnya. 

Untuk diketahui, bangunan asrama haji itu dibanggakan sejak 2013 dengan total anggaran sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari dana Surat Bergarha Syariah Negara (SBSN). Karena bermasalah, pembangunan gedung tersebut terhenti. 

Sebelumnya, Kepala UPTD Asrama Haji Aceh, Ali Imran mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti kasus Asrama Haji dengan meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mengeluarkan rekomendasi apakah pembangunan gedung itu bermasalah hukum atau tidak. Namun sampai hari ini belum juga dikeluarkan. 

Tak hanya itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh telah menyurati Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. 

Dalam surat Kemenag Aceh bernomor B-459/Kw.01.1/4/HM.00/02/2019 tertanggal 6 Februari 2019 itu, Kemenag Aceh menyampaikan kondisi mangkraknya gedung di komplek Asrama Haji Aceh tersebut. 

Minta Rasionalkan Kuota Haji untuk Aceh

Dalam kesempatan itu, Fadhil Rahmi Lc juga meminta Menteri Agama RI Fachrul Razi untuk merasionalkan kembali kuota calon jamaah haji untuk Aceh, pasalnya masa tunggu mencapai 28 tahun.

Alumni universitas Al Azhar Mesir ini dalam waktu singkat menyampaikan beberapa hal.

“Sebenarnya ada 12 item yang ingin saya sampaikan, tetapi karena waktu yang disediakan terbatas jadi hanya bisa saya sampaikan beberapa saja,” kata Fadhil Rahmi.

Diantara permintaan tersebut adalah, meminta Menteri Agama untuk rasionalisasi atau menambah quota haji untuk Aceh, karena Aceh adalah daerah khusus, penerapan syariat Islam dan juga daftar tunggu antrian mencapai 28 tahun.

Ia juga meminta agar pembangunan Asrama Haji Banda Aceh dilanjutkan kembali setelah mangkrak dari tahun 2013 lalu.

Lalu, adanya peneningkatan kualitas SDM sarjana agama, dengan mengirim mahasiswa ke Timur Tengah dan meminta diperjuangkan alokasi kuota beasiswa khusus untuk S1 agama ke luar negeri.

“Kami juga meminta Menag untuk mencari solusi bagi kemudahan prosedural untuk menunaikan ibadah haji kepada para mahasiswa indonesia di luar negeri, khususnya mahasiswa di timur tengah,” katanya.

Komentar

Loading...