Unduh Aplikasi

Senang Lihat Orang Susah

Senang Lihat Orang Susah
Ilustrasi: Husson

SEJUMLAH orang memang senang saat orang lain susah. Dan ini terjadi sejak dulu hingga saat ini. Kita ingat beberapa waktu lalu masyarakat di Jawa dihebohkan dengan isu gempa dan tsunami besar. 

Isu ini beredar luas. Tidak hanya di Jawa. Dengan bantuan media sosial, isu ini menyebar ke Sumatera. Tak sedikit masyarakat yang “termakan” isu tersebut. Bagi masyarakat, isu ini jelas membuat panik. Tapi bagi si penyebar kabar bohong, misi tercapai. 

Tentu saja hal ini harus diantisipasi dengan peningkatan kemampuan masyarakat. Terutama dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kita memang hidup di atas jalur bencana. 

Tidak hanya gempa bumi dan tsunami, sebagian besar masyarakat di Sumatera dan Jawa hingga Sulawesi hidup di antara bencana banjir dan longsor. Saat bencana datang, seharusnya masyarakat mengantisipasi hal itu tidak dengan kepanikan. 

Selain meningkatkan kewaspadaan, langkah yang harus diambil adalah dengan tetap memberikan edukasi kepada masyarakat. Di setiap level, pendidikan tentang kebencanaan harus tetap dilakukan. 

Di gampong-gampong, misalnya, rambu-rambu evakuasi atau tindakan yang harus dilakukan saat bencana harus terus menerus terpampang. Sehingga masyarakat dapat membaca dan mengingat langkah yang harus diambil saat bencana datang. 

Di sekolah-sekolah, pendidikan tentang mitigasi bencana harus diberikan kepada murid di setiap tingkatan. Bahkan di saat-saat pandemi seperti saat ini, seharusnya pemerintah memberikan panduan dan mensosialisasikan tentang kebencanaan.

Desember 2004, sebagian pesisir Aceh luluh lantak akibat bencana ganda, gempa bumi dan tsunami. Peristiwa besar itu harus tetap jadi pelajaran. Semakin kita memahami, insya Allah, semakin siap kita menghadapi bencana. Dan yang terpenting, kita tak lagi termakan kabar bohong dan memberikan kesenangan kepada penyebar hoax. 

Komentar

Loading...