Unduh Aplikasi

Semua Sayang Taqwallah

Semua Sayang Taqwallah
Ilustrasi: getty images.

KALAU tak mau, apa mau dikata. Kalau mau, tentu Taqwallah, akan memberikan keterangan dan dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan wartawan terkait sejumlah hal yang menjadi tanda tanya besar di Pemerintah Aceh saat ini. Di mana saja. Bahkan lewat sambungan telepon.

Terutama terkait isu pemanggilan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait pengadaan Kapal Aceh Hebat. Isu ini jelas sangat sensitif dan perlu dijelaskan kepada publik karena jika menyangkut KPK, pejabat di Aceh termasuk cukup sering bersinggungan dengan KPK.

Di awal-awal terbentuk, KPK menyeret Gubernur Aceh saat itu, Abdullah Puteh, ke kursi pesakitan. Di pengadilan, Abdullah Puteh terbukti mengorupsi duit pengadaan dua unit helikopter. Dia dihukum 10 tahun penjara meski hanya menjalani setengah dari vonis itu.

Yang cukup fenomenal tentu saja penangkapan Irwandi Yusuf. Tak sampai setahun masa jabatan kedua, ahli propaganda Gerakan Aceh Merdeka itu tertangkap tangan saat menerima suap dari Ahmadi, Bupati Bener Meriah. 

Keduanya bersekongkol untuk mengatur jatah alokasi dana otonomi khusus. Irwandi akhirnya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Sementara rekan “sepengambilan” Irwandi divonis tiga tahun penjara. 

Bagi masyarakat dekat antara satu dengan lain, setiap kabar miring tentu jadi pembahasan. Ini karena secara jumlah, penduduk Aceh tak banyak. Secara kultur, masyarakat juga saling kenal. Ikatan-ikatan emosional ini akan sangat berpengaruh dalam hubungan sosial kemasyarakat. Apalagi terkait dengan urusan hukum.

Tapi ternyata Taqwallah tak mau meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan wartawan. Mungkin karena dia merasa apapun yang akan disampaikannya tidak akan bermanfaat. Atau mungkin dia menganggap pernyataannya tak penting sehingga kata-kata yang disampaikannya dalam wawancara doorstop hanya mubazir.

Atau mungkin Taqwallah tak menganggap penting masyarakat dan keresahan mereka. Masyarakat tak perlu diberikan penjelasan. Mereka cukup menerima apa yang diputuskan oleh para pemimpin. Karena semua keputusan pemimpin tak pernah salah. 

Bukan hanya soal Kapal Aceh Hebat. Ada banyak pertanyaan yang seharusnya dijawab oleh penyelenggara pemerintah daerah. Mulai dari dana refocusing, penanganan dampak ekonomi, anggaran siluman di APBA, dan banyak lagi pertanyaan yang seharusnya dijawab secara gamblang.

Tapi semua kembali kepada Taqwallah. Yang jelas, seluruh rakyat tetap mendoakan agar para pemimpin di daerah ini tetap diberikan kesehatan dan diberikan kekuatan untuk selalu memberikan yang terbaik. 

Rakyat juga akan senantiasa berdoa agar Allah Yang Maha Kuasa meringankan, dan segera mengangkat, seluruh beban yang ada di pundak para pemimpin saat ini. Karena pada hakekatnya, rakyat Aceh itu sangat sayang kepada pemimpin mereka. 

Komentar

Loading...