Unduh Aplikasi

Semua Bisa Tertular Covid-19

Semua Bisa Tertular Covid-19
Ilustrasi: Red Cross.

RANGKAIAN peristiwa terkait Covid-19 dalam sebulan terakhir, di Aceh, benar-benar membuat miris. Di tengah lonjakan angka penyebaran, angka kematian juga terus meningkat.

Kemarin, seperti dirilis oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, korban meninggal dunia setelah tertular virus corona mencapai 15 orang. Ini merupakan angka kematian tertinggi selama pandemi ini mewabah di Aceh.

Di hari yang sama juga dilaporkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah tertular Covid-19. Sebelumnya, bekas Gubernur Aceh Syamsuddin Mahmud tertular Covid-19 dan meninggal dunia.

Kita tak perlu mencemooh kejadian-kejadian yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Dari kejadian-kejadian itu, kita seharusnya bisa mengambil iktibar bahwa Covid-19 itu bukan sesuatu yang bisa dipandang sebelah mata.

Nova adalah salah satu contoh betapa setiap orang sebenarnya rentan tertular Covid-19. Seorang kepala daerah yang diawasi terus menerus kesehatannya bahkan dapat tertular meski dia termasuk dalam kategori orang tanpa gejala.

Nova telah mendapatkan vaksinasi. Dia juga rutin menjalani pemeriksaan swab. Sebagai gubernur, dia tentu mendapatkan sejumlah fasilitas yang tidak didapat oleh warga Aceh lain.

Namun, sekali lagi, itu semua bukan jaminan. Sejak awal, seharusnya kita menyadari bahwa penyebaran virus ini hanya bisa ditekan lewat menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Siapa yang tidak merindukan suasana lalu, saat berlama-lama di warung kopi bukan sebuah risiko. Saat salat berjamaah dapat dilakukan dalam saf yang rapat. Saat berjabat tangan dan berpelukan bukan sesuatu yang membahayakan.

Dunia berubah seiring kemunculan Covid-19. Bahkan saat ini, batuk atau bersin dianggap lebih berbahaya ketimbang kentut. Mungkin kentut melanggar etika atau kesopanan, tapi saat ini, kita akan lebih permisif kepada orang yang kentut ketimbang bersin atau batuk.

Kita harus kembali kepada ilmu pengetahuan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Tak bisa lagi pakai jurus “kira-kira”. Kebijakan-kebijakan dalam menangani Covid-19 di Aceh jangan lagi menggunakan jurus coba-coba. Sudah terlalu banyak contoh, sudah terlalu banyak duka akibat pandemi ini.

HUT Pijay

Komentar

Loading...