Unduh Aplikasi

Semrawut Simpang Tujuh, Dishub: Lampu Lalu Lintas Bukan Solusi

Semrawut Simpang Tujuh, Dishub: Lampu Lalu Lintas Bukan Solusi
Kesemrawutan simpang tujuh Ulee Kareng, Foto: Fakhrul Razi Anwir

BANDA ACEH - Kawasan simpang tujuh Ulee kareng sudah menjadi langganan macet, terutama pada jam-jam sibuk yakni pagi dan sore hari, persoalan ini bukan lagi persoalan baru, sudah selayaknya permasalahan kemacetan dan kesemrawutan ini diambil langkah yang serius untuk mengatasinya, seorang warga di kawasan Ulee Kareng meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memasang lampu lalu lintas (traffic light) sebagai upaya mengurai kemacetan yang terjadi.

Baca: Simpang Tujuh Ulee Kareng Butuh Lampu Lalu Lintas

Menanggapi hali itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan persoalan kemacetan yang terjadi di kawasan simpang tujuh Ulee Kareng, sebenarnya bukan persoalan manajemen rekayasa lalu lintas, sehingga tidak tepat bila melihat sebuah persoalan hanya dari satu sudut pandang saja, persoalan lain yang paling mendasar sebenarnya adalah badan jalan yang dinilai sudah terlalu sempit, jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang melewati kawasan simpang tujuh tersebut.

"Permasalah di simpang tujuh (Ulee Kareng) itu sebenarnya bukan permasalahan manajemen rekayasa lalu lintasnya, tapi jalannya yang harus diperlebar," ungkap Zubir kepada saat ditemui AJNN di ruang kerjanya, Jumat (26/1) kemarin.

Ia mengatakan, rekayasa lalu lintas dengan cara memasang lampu lalu lintas (traffic light) di setiap simpang, sebagai upaya mengurai kemacetan sepertinya bukan solusi atas kemacetan yang terjadi. Jalan yang sempit ditambah jumlah simpang yang cukup banyak menjadi kendala utama terhadap pelaksanaan ide tersebut. Jika dipaksakan bukan menjadi solusi atas persoalan yang terjadi, akan tetapi hal tersebut akan memunculkan persoalan baru.

"Apabila kita memasang traffic light dengan kondisi jalan yang ada sekarang ini tidak memungkinkan, hal ini dikarenakan beberapa simpang jalannya sangat sempit, dan jalan tersebut merupakan jalan dua arah, jika kita pasang traffic light di tujuh simpang tersebut, katakanlah masing-masing titik traffic light itu diberi waktu 20 detik dikali tujuh simpang, maka hasilnya adalah, di masing-masing simpang pengendara kendaraan akan berhenti lebih dari 2 menit, dengan kondisi jalan yang ada saat ini saya berkeyakinan bahwa akan terjadi antrian kendaraan sampai dengan 200 meter" jelas Zubir.

Dia juga menambahkan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Banda Aceh telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD), dalam rangka pembahasan pelebaran jalan dan pembangunan bundaran dikawasan simpang tujuh Ulee Kareng tersebut, dengan mengundang seluruh stakeholder terkait. Dalam FGD tersebut pihaknya mengakui telah mengusulkan akan melakukan pemasangan traffic light apabila pelebaran jalan dan pembangunan bundaran telah dilakukan.

"Jika telah dilakukan pelebaran jalan dan pembangunan bundaran simpang tujuh, kami akan melakukan pemasangan traffic light, dan itu telah kami usulkan dalam FGD tersebut" pungkasnya.

Fakhrul Razi Anwir

Komentar

Loading...