Unduh Aplikasi

INTERMESO

Sempurna

Sempurna
Ilustrasi: maxres

BANG Awee mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang baik dan cerdas. Karena selama ini, kombinasi yang ada lebih banyak kebalikan dari sifat-sifat itu. Ada pemimpin bodoh yang dikelilingi orang pintar. Sementara orang-orang pintar tak bisa bersaing menjadi pemimpin karena kurang berani bertindak dan terlalu banyak pertimbangan.

“Alhasil, banyak kepala daerah atau wakil-wakil rakyat yang tak bisa diandalkan karena memang isi kepalanya kosong. Mengurusi air tak beres, mengurusi pengangguran tak bisa, mengurusi pendidikan keteteran. Yang paling cepat direspons hanya urusan uang,” kata Bang Awee.

Tapi urusan memilih ini tentu bukan perkara mudah. Karena mereka yang ingin dipilih akan berkampanye bahwa mereka sosok yang cerdas dan baik. Murah hati dan jujur.

Semua mengklaim diri dengan memoles wajah. Ada yang bergaya menggunakan pakaian serba hitam plus kacamata hitam. Bergaya bak selebritas atau tokoh jagoan di film Hollywood. Ada juga yang tampil berbeda dengan kawat gigi. Segala macam model dibuat, yang penting berbeda dan keren.

“Itulah bahayanya pencitraan. Pencitraan itu sama dengan membohongi publik. Lain yang dibuat, lain yang diceritakan,” kata Bang Awee. Kami hanya bisa manggut-manggut mendengar cerita Bang Awee. Dia terlihat sangat bersemangat.

“Kan sah-sah saja orang mencari simpati agar terpilih,” kata Bang Rambo. “Banyak juga yang memberikan uang dalam jumlah yang besar. Ada juga yang bagi-bagi kompor gas, blender atau alat-alat dapur yang dibutuhkan emak-emak. Bahkan sekarang, masyarakat berharap pemilihan umum digelar setiap tahun.”

“Itulah yang kumaksud,” kata Bang Awee. “Alhasil, saat pemilihan kepala daerah atau pemilihan umum berakhir, yang muncul adalah kandidat yang culas. Kandidat yang bodoh tapi berduit,” kata Bang Awee. “Parahnya lagi, orang-orang pintar yang seharusnya mengingatkan malah diam atau asik menjadi penjilat. Sempurnalah semuanya.”

Komentar

Loading...