Unduh Aplikasi

Sempat Tertunda, Musda Golkar Aceh Digelar 4-5 Maret di Banda Aceh

Sempat Tertunda, Musda Golkar Aceh Digelar 4-5 Maret di Banda Aceh
Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif (tengah) didampingi dua pengurusnya saat menggelar jumpa pers. Foto: AJNN/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh yang ke 11 akan melaksanakan musyawarah daerah (musda) pada 4 sampai 5 Maret 2020 di Banda Aceh.

Ketetapan jadwal tersebut setelah adanya koordinasi DPD I Golkar Aceh dengan pimpinan pusat.

Sebelumnya, terdengar kabar perhelatan musyawarah tertinggi partai tingkat wilayah itu rencananya diselenggarakan pada 29 Februari 2020 di Kota Langsa. Namun, seiring berjalanya waktu keputusan tersebut berubah ke awal Maret.

"Tanggal 4 sampai 5 Maret 2020 itu, hasil koordinasi kami DPD I Golkar dengan DPP Partai Golkar," kata Ketua Partai Golkar Aceh, TM Nurlif saat jumpa pers di kantor nya, Senin (2/3).

Nurlif menjelaskan, penetapan jadwal tersebut sesuai dengan hasil Munas Golkar pada Desember 2019 lalu, dimana memberikan waktu paling lama tiga bulan kepada DPD I Golkar se Indonesia untuk melaksanakan musda.

"Coba bayangkan 34 provinsi harus melaksanakan musda, tentu DPP harus mengatur jadwal sebaik-baiknya sehingga semua musda itu bisa di hadiri DPP," jelasnya.

Kemudian mengenai tempat, kata Nurlif, pihaknya memang mengajukan beberapa tempat selain di Banda Aceh, tetapi setelah berunding dengan salah satu hotel di ibu kota provinsi, akhirnya diputuskan Banda Aceh menjadi tuan rumah musda.

"Jadi tidak ada khilafiah soal itu, tidak ada tafsiran soal itu," tegas Nurlif.

Dalam kesempatan ini, Nurlif juga menyebutkan, dalam musda yang bertajuk kita satu untuk kesejahteraan Aceh dan kemajuan Indonesia itu akan digelar beberapa agenda.

Seperti, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan (LPJ) DPD I Golkar Aceh, program strategis Golkar Aceh kedepan yang mengacu pada hasil munas Golkar.

Selain itu, Nurlif juga menyebutkan, dalam musyawarah tertinggi ini akan dilakukan pemilihan ketua Golkar Aceh selanjutnya oleh 29 peserta dari keterwakilan DPP, DPD I, pengurus DPD kabupaten/kota, Dewan Pertimbangan (Wantim), Ormas yang mendirikan partai dan sayap Golkar masing-masing satu suara.

"Total semuanya 29 suara, DPP satu suara, DPD I satu suara, Wantim satu suara, Ormas yang mendirikan termasuk sayap tiga suara, dan DPD II 23 suara," terang Nurlif.

Komentar

Loading...