Unduh Aplikasi

Sempat Tegang, Penyelesaian Polemik Tapal Batas Panga - Teunom Belum Membuahkan Hasil

Sempat Tegang, Penyelesaian Polemik Tapal Batas Panga - Teunom Belum Membuahkan Hasil
Warga Teunom dan Panga saat penunjukan tapal batas wilayah. Foto: For AJNN

ACEH JAYA - Penyelesaian dan pematokan atau pemancangan batas wilayah antara Kecamatan Panga dengan Teunom tepatnya di area wisata Laot Bhee perbatasan antara Desa Gunong Buloh, kecamatan Panga dengan Desa Neubok Padang dan Desa Kubu, Kecamatan Teunom menuai ketegangan.

Pasalnya, pada saat pelaksanaan pematokan atau pemancangan batas wilayah, Rabu (16/9) kemarin masih terjadi perdebatan di lapangan terkait batas wilayah antara pihak Kecamatan Pangan dengan Kecamatan Teunom.

Salah satu tokoh pemuda Panga, Maimun Panga yang dijumpai AJNN mengatakan jika pihaknya hingga hari ini masih mengakui Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya sah, sehingga setiap aturan yang di terbitkan pemerintah tetap dihormati dan dipedomani termasuk Qanun Tentang RTRW Aceh Jaya.

"Acara kemarin itu sebenarnya acara penunjukan batas wilayah kedua belah pihak yang selama ini menjadi polemik. Namun di lapangan sebagian warga dari Kecamatan Teunom menolak penegakan Qanun RTRW sehingga terkesan gaduh," kata Maimun Panga, Kamis (17/9).

Jika diungkit sejarah, bilang Maimun, batas Panga dengan Teunom sudah bergeser, dari eks kantor TWC ke kebun jabon untuk wilayah pesisir. Sedangkan untuk kawasan arah ke gunung terjadi penyempitan, telah bergeser dari seharusnya di Alue Buya.

Baca: LSM Kita Peduli Desak Sengketa Wilayah Danau Laot Bhee Segera Diselesaikan

"Namun karena kami taat hukum, maka kami ikhlas dan menerima qanun yang diterbitkan pemerintah yang sah," jelas Maimun.

Sambungnya, apabila qanun itu direvisi, tentu pihaknya akan memberikan kesaksian sejarah dan dokumen - dokumen otentik guna mendukung keputusan yang objektif.

"Jika direvisi qanun, pasti ada mekanismenya, dan kami punya dokumen yang dapat dipelajari oleh Pemkab Aceh Jaya," terang Maimun.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Aceh Jaya, Mustafa Ramadhan yang dihubungi AJNN mengatakan jika agenda awal kemarin hanya untuk mempersaksikan batas wilayah sesuai titik koordinat kepada kedua belah pihak.

"Titik koordinat sudah ada, agenda kemarin hanya untuk mempersaksikan saja terhadap kedua belah pihak. Namun untuk kelanjutannya kami masih menunggu keputusan pimpinan, apakah nantinya akan ada pertemuan lagi terkait tapal batas atau gimana," pungkasnya.

Komentar

Loading...