Unduh Aplikasi

Sempat Ditinggal Warga, Kini Pemukiman di Pedalaman Krueng Sabee Mulai Diminati

Sempat Ditinggal Warga, Kini Pemukiman di Pedalaman Krueng Sabee Mulai Diminati
Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB saat melakukan kunjungan kerja di Kawasan Ujoeng Peudeng Babah Krueng, Gampong Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya. Foto: For AJNN.

ACEH JAYA - Kawasan Ujoeng Peudeng Babah Krueng merupakan salah satu wilayah pemukiman padat penduduk yang berada di Gampong Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya saat sebelum pecahnya konflik Aceh tempo dulu.

Namun sejak tahun 2000 hingga 2004 silam, satu persatu warga terpaksa meninggalkan pemukiman yang dulunya sempat dihuni oleh kurang lebih 2000 Kepala Keluarga (KK).

Dari data yang diterima AJNN, di kawasan Babah Krueng Gampong Panggong ada dua dusun yang sudah ditinggal oleh penduduknya, yakni Lorong Babah Krueng, Lorong Bateung Keleng dan Lorong Batee Lee yang berada di Dusun Batee Musalla, dan Lorong Ujong Peudeung serta Lorong Alue Raya di Dusun Bahagia.

Namun hari ini, sebagian masyarakat sudah mulai minat dan menetap lagi di kawasan Ujoeng Peudeng Babah Krueng Gampong Panggong untuk bercocok tanam.

Camat Krueng Sabee, Muslem Arasi kepada AJNN, mengatakan jika hingga hari ini kurang lebih ada sekitar 120 jiwa sudah mulai menetap lagi di daerah Ujoeng Peudeng Babah Krueng Gampong Panggong.

"Setelah dibuka akses baik itu melalui TMMD kemarin dan juga program pemkab itu sendiri, kini kurang lebih ada sekitar 120 jiwa sudah mulai menetap lagi di daerah kawasan Ujoeng Peudeng Babah Krueng Gampong Panggong," kata Muslem, Minggu (20/9).

Kata Muslem, dulunya di kawasan Ujoeng Peudeng Babah Krueng Gampong Panggong merupakan kawasan padat penduduk yang dihuni kurang lebih 2000 KK. Namun pada saat konflik Aceh satu persatu warga meninggalkan kawasan tersebut.

Oleh sebab itu, pihak Forkopimda bersama Bupati Aceh Jaya juga sudah melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan masyarakat Ujoeng Peudeng Babah Krueng di pedalaman kecamatan Krueng Sabee yang jaraknya diperkirakan lebih kurang 25 km dari pusat ibukota Calang, Aceh Jaya.

"Kemarin, Sabtu (19/9) kami bersama rombongan bupati juga sudah melihat langsung kondisi penduduk di sana, memang akses kesana sedikit sulit, selain jalan licin juga harus naik raket kerena tidak ada jembatan penyebarangan," terang Muslem.

Namun, tahun anggaran 2021, Pemkab Aceh Jaya sudah mengusulkan jembatan anggaran untuk pembangunan jembatan penyeberangan dengan harapan supaya lebih mudah terakses dan minat masyarakat untuk kembali kesana juga meningkat.

"Saat ini, masyarakat kembali ramai untuk menata dan menggarap lahan pertanian dan perkebunan kembali dengan baik dan pemerintah akan melanjutkan membuka akses transportasi jalan dan jembatan sehingga transportasi menuju kawasan Ujoeng Peudeng Babah Krueng bisa lancar," ungkapnya.

"Besar harapan kami warga desa dulunya mengelola lahan di seputaran Geuni Babah Krueng, Ujung Peudeng yang sekarang telah menyebar di kabupaten lain baik di Aceh Selatan, Blang Pidie, Meulaboh dan Woyla agar dapat kembali mengelola lahan dan tanah yang dulu mereka tinggalkan akibat konflik Aceh," pungkas Muslem.

 

Komentar

Loading...