Unduh Aplikasi

Sempat Ditangguhkan, Dua Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Meulaboh Kini Ditahan

Sempat Ditangguhkan, Dua Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Meulaboh Kini Ditahan
Polisi memperlihatkan tersangka dan barang bukti. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT- Terkait kasus dugaan pengeroyokan wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Biro Aceh, Dedi Iskandar, selain menahan Direktur Tuah Akfi Utama, Akrim dan Erizal, Polres Aceh Barat kembali menahan Darmansyah alis Mancah serta Umar Dani.

Sebelumnya Mancah dan Umar Dani, terlebih dahulu ditetapkan tersangka oleh penyidik Satuan Rerserse dan Kriminal (Satreskrim). Namun keduanya sempat menjadi tahanan kota, mendapat penangguhan penahanan, tapi kini keduanya kembali ditahan.

Baca: Jadi Korban Pengeroyokan, Wartawan Antara di Meulaboh Malah Jadi Tersangka

Waka Polres Aceh Barat, Komisaris Polisi Zainuddin, mengatakan penahanan keempat tersangka tersebut dilakukan dengan pertimbangan keamanan, dan pertimbangan hukum terhadap korban maupun pelaku sesuai dengan pertimbangan penyidik.

“Keempatnya ditahan, mereka ditahan atas pertimbangan hukum dan keamanan dari Polri dan penyidik khusus terutama bagi korban. Ya bagi mereka juga,” kata Zainuddin, saat menggelar konfrensi pers, di Mapolres setempat, Rabu, (26/2).

Baca: Akrim dan Erizal Tersangka, JMSI Apresiasi Kinerja Kapolda Aceh

Kata Waka Polres, dari empat tersangka yang sudah dilakukan penahanan, satu diantaranya yakni Mancah saat ini sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Aceh.

Dikatakannya dalam kasus yang menjerat empat tersangka tersebut, pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti berupa kwitansi hutang, flashdisk, baju serta satu tas.

Baca: Jadi Tersangka, Akrim dan Erizal Terancam Hukuman 5,8 Tahun Penjara

Dalam kasus duaan pengeroyokan itu, kata dia, keempatnya di dijerat pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 5,6 tahun penjara, pada berita sebelumnya tertulis 5,8 tahun penjara.

"Keempatnya dijerat pasal 170 lantaran dalam aksi tersebut, diduga melakukan penganiayan terhadap Dedi Iskandar secara bersama-sama," pungkasnya.

Komentar

Loading...