Unduh Aplikasi

Semen di Aceh Utara dan Aceh Timur Langka

ACEH UTARA-Sejak sepekan terakhir material semen langka di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara. Harga jual membengkak, harga rata-rata toko mencapai Rp. 58.000 persak.

Akibat kelangkaan ini menyebabkan pembangunan daerah menjadi terhambat, khususnya para Geuchik mengeluhkan pembangunan desa menjadi terhambat karena tidak ada stok material semen di toko-toko terdekat. Hal ini sangat mendampak negetif terhadap realisasi progres pembangunan desa dalam mengimplementasikan Undang-undang desa No 6 tahun 2014.

“Kami sangat resah dengan kelangkaan semen. Nyaris setiap toko tidak memiliki stok. Adapun toko yang menjual enceran tidak menjual untuk proyek,” ujar Bakhtiar, salah satu Geuchik di Langkahan, Aceh Utara.

“Kami telah mencari ke toko-toko baik di Lhok Nibong (Aceh Timur) maupun Pantonlabu (Aceh Utara) tidak ada stok, akhirnya kami dibantu oleh sebuah toko material yang menjual semen enceran sebanyak 10 sak baru bisa melanjutkan progres pembangunan tahap pertama,” lanjutnya menambahkan, pihaknya pesimis proyek bisa terealisasi 100 persen jika kondisi pasar tak kunjung berubah.

Kelangkaan semen tidak hanya berdampak pada pembangunan daerah tapijuga masyarakat yang hanya membeli satu atau dua sak, tidak tersedia. Salah satu pemilik toko AH di Lhok Nibong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur menyebutkan kelangkaan semen telah terjadi hampir satu bulan terakhir, tapi beberapa hari ini merupakan kelangkaan total.

“Harga semen sangat mahal, belinya pun tidak boleh banyak. Kita hanya bisa membeli satu atau dua saja dengan harga jual Rp. 57.000 per sak, alasannya mereka tidak ada stok. Itu pun dari sekian toko di Pantonlabu, cuma Retraco saja yang memiliki stok” ujar warga, usai membeli.

Hal yang senada, Sabtu (31/10/15) juga disampaikan oleh pemilik toko Alphamas Pantonlabu, H. Anwar. “Sekarang rata-rata pihak distributor tidak memberikan kuota semen seperti biasanya, mereka hanya menyalurkan ke kami para pemilik toko material paling-paling 30 sak saja,” demikian ujar pemilik warkop, Chawan Kupi di Tanjong Minje, Aceh Timur itu.

NURDIN EFENDI

Komentar

Loading...