Unduh Aplikasi

Sembunyikan Sabu di Kutang, Bandar Narkoba Diciduk Polisi

Sembunyikan Sabu di Kutang, Bandar Narkoba Diciduk Polisi
Ilustrasi sabu.
ACEH BARAT - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Aceh Barat mengamankan seorang wanita berinisial ARR (23). Warga Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat itu diduga menjadi bandar narkoba jenis sabu.

Kepala Kepala Kepolisian Resor Aceh Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Teguh Priyambodo Nugroho mengatakan ARR diamankan Kamis pekan lalu di Desa Peunaga Paya, Kecamatan Meureubo. Di persimpangan menuju Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II B Meulaboh, sekitar pukul 12.00 WIB.

“Kita curiga terhadap tersangka setelah mendapat laporan dari masyarakat yang menyebutkan ada seorang wanita (ARR) istri dari ES, (30) salah satu tahanan lapas tersebut baru keluar dan diduga membawa narkoba jenis sabu,” kata Teguh, Senin (22/8).

Saat mendapat laporan tersebut, kata dia, pihaknya langsung menuju lokasi dan mengamankan tersangka serta memboyongnya ke
Polsek Meureubo.Setelah diperiksa, polisi menemukan 37 paket sabu yang disimpan di dalam kutang.

“Dari 37 paket yang ditemukan, berat secara keseluruhan mencapai 10,61 gram. Setelah itu tersangka langsung kita amankan di Polres Aceh Barat untuk menjalankan pemeriksaan lanjutan,” kata dia.

Menurut ARR, sabu itu akan diedarkan di daerah Meulaboh. Namun polisi belum mendapatkan keterangan asal narkoba tersebut.
Kepada polisi, ARR mengaku datang ke lapas hanya untuk menjenguk suaminya.

Hingga kini, kata dia, pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah barang haram tersebut diperoleh dari suaminya yang saat ini mendekam dari lapas atau dari luar. Polisi juga memeriksa ES, suami ARR.

“Kalau dari hasil pemeriksaan sementara, suami tersangka mengaku tidak tahu menahu soal barang itu. Tapi dia sama sekali panik saat istrinya jadi tersangka. Dugaan sementara barang ini berasal dari Nagan Raya,” kata Teguh.

ARR bakal dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jouncto 112 ayat 2 Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan obat-obatan terlarang. Dia diancam hukuman penjara 15 tahun.

Komentar

Loading...