Unduh Aplikasi

Seluruh Fraksi DPRA Terima Usulan R-APBA 2021 Senilai Rp 16,9 Triliun

Seluruh Fraksi DPRA Terima Usulan R-APBA 2021 Senilai Rp 16,9 Triliun
Anggota Fraksi Partai Aceh, Tarmizi SP dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Semua Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menerima usulan Rancangan Qanun Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021 senilai Rp 16,9 triliun.

Dalam paripurna penyampaian pendapat akhir, semua fraksi telah menyepakati usulan RAPBA dapat diqanunkan. Bahkan,  tidak ada perubahan RAPBA yang diusulkan Pemerintah Aceh.

APBA 2021 sebesar Rp 16,9 triliun merupakan dari total pendapatan Aceh 2021 sebesar Rp 14,1 triliun dan sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) tahun 2020 sebesar Rp 2,8 triliun.

Namun beberapa fraksi DPRA memberikan catatan penting terhadap Pemerintah Aceh. Misalnya Fraksi Partai Aceh meminta Pemerintah Aceh untuk memberikan perhatian khusus terhadap penerapan Syariat dalam pengalokasian kebutuhan anggaran pada APBA tahun 2021.

Selain penerapan Syariat, Fraksi Partai Aceh melihat dengan terjadinya kegagalan pada  MTQ di Padang, Pemerintah Aceh dapat mengalokasikan anggaran secara khusus dalam APBA tahun 2021.

Baca: Fraksi PA Nilai Penerapan Syariat Islam di Aceh Alami Kemunduran

"Sehingga program Pembinaan dan pengkaderan santri Qur’ani dapat lebih optimal serta menjadikan program ini sebagai program rutinitas Pemerintah Aceh," kata Yahdi Hasan, dalam rapat paripurna, Senin (30/11).

Selain itu, Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) meminta Pemerintah Aceh untuk serius mengrealisasi target ketahanan dan kemandirian pangan yang menjadi prioritas Pembangunan Aceh di Tahun Anggaran 2021.

"Untuk realisasi ini penting adanya anggaran yang cukup untuk kontrol dan pengawasan," ucap Tgk Haidar, juru bicara fraksi PNA.

Sementara itu, Fraksi PKS mengingatkan bahwa DOKA dan TDBH Migas akan segera berakhir, untuk itu Pemerintah Aceh perlu pemikiran dan kerja ekstra untuk mencari sumber pembiyaan Aceh kedepan.

"DOKA dan TDBH akan segera berakhir, untuk itu kita semua para pemangku kepentingan untuk mencari sumber pembiyaan Aceh kedepan," tutur Nova Zahara, juru bicara fraksi PKS.

Komentar

Loading...