Unduh Aplikasi

Selembar Kartu Pengukur Kompetensi

Selembar Kartu Pengukur Kompetensi
Ilustrasi: CEO Mountly.

UJI Kompetensi Wartawan yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia di Langsa selesai. Seperti ujian lainnya, dari proses yang berlangsung selama dua hari itu lahir sejumlah wartawan yang mendapatkan kompetensi sesuai jenjang, yakni wartawan muda, wartawan madya dan wartawan utama.

Ini artinya, bertambah pula jumlah wartawan yang kompeten di Aceh. Dengan semakin banyak wartawan yang dinyatakan kompeten, mudah-mudahan dunia jurnalistik di Aceh akan semakin baik pula. Apalagi, uji sejenis juga dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Independen. Jika digabungkan, jumlah wartawan berkompeten akan lebih banyak lagi. 

Bertambahnya jumlah wartawan yang kompeten ini sangat penting bagi perkembangan pers. Semakin hari, dunia pers tertekan dengan sejumlah kondisi. Kekerasan terhadap jurnalis, intimidasi dan banyak hal lain membuat profesi ini semakin rentan meski negara menjadikan profesi ini sebagai salah satu pilar demokrasi. 

Di bidang bisnis, banyak perusahaan pers yang tidak mampu bertahan dan kolaps. Sebagian lain cengap-cengap dan berharap mendapatkan “oksigen” yang mampu menghidupi mereka dari hari ke hari. 

Di sisi lain, kuatnya arus perubahan bisnis media, dari analog ke digital, memaksa seorang wartawan tidak sekadar mampu menulis berita. Mereka juga dituntut untuk bekerja lebih cepat dan lebih akurat serta dapat menyajikan berita dengan cara yang lebih kreatif.

Hendaknya induk-induk organisasi profesi wartawan terus meningkatkan kemampuan anggotanya dengan memberikan pelatihan-pelatihan penting di era digitalisasi ini. Sehingga kompetensi yang ada terus berkembang seiring dengan perkembangan media massa itu sendiri. 

Para wartawan, atau jurnalis, yang kini menyandang gelar kompeten juga harus terus memperbaharui pengetahuan mereka. Lebih banyak membaca, baik yang tersirat maupun yang tersurat, agar pengetahuan itu terus berkembang. 

Media memang berubah. Agar dapat terus bersaing, media butuh wartawan harus terus mengembangkan kompetensi. Jadi, jangan pernah merasa puas dengan predikat sebagai wartawan muda, wartawan madya, atau wartawan utama. 

Karena ujung-ujungnya, kompetensi itu dinilai dari pengetahuan, kesadaran, kecakapan, dan keterampilan  dalam menjalankan profesi. Hal itu hanya bisa didapat lewat bacaan, pelatihan terus menerus atau pendidikan khusus. Karena kompetensi itu bukan ijazah.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...