Unduh Aplikasi

Selamatkan Gampong Pande, Komisi V DPR RI akan Bahas Kelanjutan Proyek IPAL

Selamatkan Gampong Pande, Komisi V DPR RI akan Bahas Kelanjutan Proyek IPAL
Kunjungan Tim Pemantau Outsus DPR RI ke lokasi proyek IPAL Gampong Pande. Foto: Arman Konadi

BANDA ACEH - Tim Pemantau Outsus DPR RI akan merekomendasikan dana lanjutan dari Proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Gampong Jawa-Gampong Pande Kecamatan Kutaradja Banda Aceh. Rekomendasi dilakukan agar proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara itu dapat diselesaikan hingga tuntas meski kini telah dihentikan.

"Dengan komisi V saya kira itu (Dana lanjutan) bisa dibicarakan, dan secara informal juga sudah ada komunikasi," kata Fadli Zon Ketua Tim Pemantau Outsus Aceh disela mengunjungi lokasi Proyek IPAL, Senin (23/10).

Menurut Fadli, desakan penghentian bukan berarti penolakan terhadap kehadiran proyek tersebut, tapi karena lokasi pembangunannya proyek senilai Rp 107 miliar itu berada di situs sejarah Aceh. Pengerjaan diharap dapat kembali dilanjutkan setelah tim ahli diturunkan ke Gampong Pande.

"Tadi gubernur juga sepakat proyek ini dihentikan dulu sampai ada kesimpulan ahli tentang situs sejarah di Gampong Pande dan baru nanti diambil keputusan. IPALnyakan tetap diperlukan tapi lokasinya yang perlu dicari," kata Fadli Zon.

Pantauan AJNN, tiba di Gampong Pande, tim pemantau outsus Aceh yang di Ketuai Fadli Zon langsung disambut, Forum Silaturahmi Bersama Keluarga Besar Ulebalang Aceh, dan Keluarga Besar Habib/Ulama serta unsur Muspika Kota Banda Aceh dan Masyarakat Gampong Pande dan Gampong Jawa.

Selain melihat beberapa lokasi proyek, Fadli melakukan ritual menyiram nisan yang ditemukan di lokasi proyek. Setelah melihat suasana disekitar tempat pembuangan akhir itu, Fadli Zon menyatakan keyakinannya jika lokasi Gampong Pande merupakan peninggalan dari kerajaan Aceh dimasa lalu.

"Dari artevak yang ada kelihatan jika ini merupakan peninggalan raja-raja atau keluarga bangsawan dimasa lalu, artinya bukan tempat sembarangan. Untuk itu lokasi ini perlu ditinjau ulang. Apalagi ini menyangkut masalah limbah, saya kira kualat kalau kita tidak memindahkan ini," ujar Fadli Zon.

Fadli mengatakan jika hasil penelitian para ahli membuktikan Gampong Jawa merupakan peninggalan dari kerajaan Aceh, maka upaya relokasi harus dilakukan.

"Kalau itu benar (Gampong Pande sebagai situs sejarah) saya pikir ini (pemindahan) tidak bisa dinegosiasi lagi. Karena ini adalah bagian dari sejarah kita yang harus diselamatkan," kata Fadli Zon.

Tim pemantau penggunaan dana alokasi khusus Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mendatangi Proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banda Aceh, di Gampong Pande-Gampong Jawa, Banda Aceh. Kunjungan dilakukan setelah Forum Silaturahmi Bersama Keluarga Besar Ulebalang Aceh, dan Keluarga Besar Habib/Ulama melayangkan surat permintaan penghentian proyek IPAL yang dinilai berada di lokasi situs sejarah Aceh.

Permintaan tersebut berujung penghentian proyek IPAl yang merupakan proyek strategi nasional tersebut.

Komentar

Loading...