Unduh Aplikasi

Selamat Tahun Baru

Selamat Tahun Baru
Ilustrasi: istock.

ALHAMDULILLAH, hari ini kita masih diberikan Allah SWT kesempatan untuk merasakan atmosfer 2021. Mudah-mudahan tahun ini semua kesukaran segera diganti dengan kemudahan-kemudahan. 

Karena tahun lalu, yang baru kita lewati beberapa jam lalu, mengubah banyak kebiasaan dalam hidup. Pemicunya adalah pagebluk Covid-19. Seiring ditemukannya vaksin, dan mulai dilakukannya vaksinasi di beberapa wilayah Bumi, wabah ini akan segera berakhir. 

Seperti banyak bencana, ada saja orang-orang yang mencoba mengambil keuntungan. Dulu, setelah gempa bumi dan tsunami Aceh, 2004, ratusan orang mencari peruntungan di Aceh. Mereka bekerja di banyak sektor yang kosong, ekses dari bencana.

Banyak pula di antara mereka yang mencoba mengambil keuntungan lebih dengan cara-cara yang tidak dibenarkan dalam norma kehidupan manusia; mencuri atau bahasa kerennya dalam dua dekade ini adalah korupsi. Ada yang tertangkap. Banyak pula yang berhasil menutupi jejak kejahatan mereka. 

Hari ini, hari pertama 2021, kondisi itu juga akan kita temui. Jika ada yang menganggap perubahan itu akan datang tiba-tiba seiring terbitnya Matahari tahun baru, cepat-cepatlah mencuci muka, mungkin sedang bermimpi.

Karena tahun ini kita akan semakin dipertontonkan dengan banyak kejahatan. Celakanya, hal itu malah berpotensi dilakukan oleh negara secara sistematis dan terukur. 

Sejumlah regulasi yang dibuat tahun lalu untuk menyelamatkan pengambil kebijakan yang tidak benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat akan semakin menampakkan wujud. Terutama dari sisi ekonomi. 

Kita juga akan dihadapkan dengan semakin represifnya negara dalam bertindak menekan suara-suara yang tidak senada dengan penguasa. Dan ini bukan sesuatu yang baik bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Utang negara yang semakin membengkak. Kecenderungan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur hanyalah bom waktu. 

Energi masyarakat Aceh juga akan semakin digerus oleh konflik politik. Terutama yang didorong oleh Pemerintah Indonesia. Tahun ini akan menjadi penentu apakah Pemerintah Indonesia benar-benar memberikan otonomi kepada Aceh atau seluruh butir perjanjian damai itu hanya dianggap pepesan kosong. 

Kita tentu tak boleh kehilangan fokus. Semua polemik dan sengkarut politik serta ekonomi ini harus disikapi dengan nilai-nilai kemandirian. Para penguasa Aceh, baik yang berseragam ataupun tidak, perlu mengambil sikap tegas terhadap pemerintah pusat. 

Kedaulatan Aceh adalah hal yang tak boleh dimain-mainkan. Dan yang paling bertanggung jawab untuk menjaga marwah itu adalah mereka yang mengklaim diri dan digaji sebagai pemimpin. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari orang-orang yang zalim.  

Komentar

Loading...