Unduh Aplikasi

Selama Covid-19, Dinsos Sudah Pulangkan Ratusan Warga Aceh dari Luar dan Dalam Negeri

Selama Covid-19, Dinsos Sudah Pulangkan Ratusan Warga Aceh dari Luar dan Dalam Negeri
Kadinsos Aceh Alhudri. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Dinas Sosial Provinsi Aceh sudah memulangkan ratusan warga Aceh baik yang berada di luar negeri mapun dalam negeri selama pandemi Covid-19. Jumlah tersebut kemungkinan bakal bertambah hingga akhir tahun 2020.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengungkapkan warga Aceh yang terdampak Covid-19 di luar negeri cukup banyak, termasuk mahasiswa. 

“Kalau sampai hari ini, sudah ratursan warga Aceh yang sudah kami pulangkan dari luar negeri, hampir 600 orang,” kata Alhudri kepada AJNN, didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Sya’baniar, Selasa (3/10).

Mantan Plt Bupati Aceh Tengah itu mengungkapkan warga Aceh yang dipulangkan itu berasal dari berbagai negara, seperti China, Malaysia, Rusia, Thailand, India, termasuk dari dalam negeri, seperti Jawa Timur dan Jakarta.

“Mereka yang dipulangkan itu ada berstatus mahasiswa, TKI, dan nelayan yang ditangkap. Yang paling banyak kami pulangkan itu dari Malaysia,” ungkapnya.                                                            

Ia juga merincikan warga Aceh yang dipulangkan pertama sekali pada bulan Januari dan Februari, sekitar 99 orang, April 7 orang, Mei 130 orang, Juni 75 orang, Juli 6 orang, Oktober 146 orang.

“Dalam bulan ini sekitar tanggal 7, ada 102 orang lagi warga Aceh dari Malaysia yang akan kami pulangkan lagi, kemudian pada Desember nanti ada 19 orang yang kami pulangkan dari India,” ungkap Alhudri.

Alhudri juga menjelaskan tahun 2020 merupakan tahun yang paling banyak warga Aceh dipulangkan. Bahkan dana untuk pemulangan itu terpaksa ditambah kembali ketika recofusing.

“Sebelum recofusing itu dana untuk kegiatan pemulangan orang/jenazah, terlantar dan terdampar hanya Rp 700 juta, terpaksa ditambah menjadi Rp 2,1 miliar,” ujarnya.

Dalam proses pemulangan, kata Alhudri, seluruh biaya ditanggung oleh Pemerintah Aceh, mulai tiket pesawat, makan, rapid test/swab (jika diperlukan). Bahkan warga yang pulang itu langsung diantar ke rumah masing-masing.

“Semua ditanggung Pemerintah Aceh, ketika diantar ke rumah juga ikut didampingi oleh tim dinsos,” jelasnya.

Sejak awal, kata Alhudri, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sudah memerintahkan kepadanya agar jangan sampai ada masyarakat Aceh yang terdampar di luar Aceh. Kalau memang sudah cukup syarat untuk dipulangkan, agar segera dipulangkan, jangan sampai kelaparan di negeri orang.

“Plt Gubernur sangat fokus untuk masyarakat yang terdampar di luar negeri. Kedepan masih banyak warga Aceh yang terus kami pulangkan akibat Covid-19,” ujarnya.

Terakhir, mantan Kepala Polisi Wilayatul Hisbah Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh itu tidak bosan-bosan mengimbau masyarakat agar tidak tergiur untuk bekerja di luar negeri, dengan iming-iming akan mendapatkan gaji besar. Menurutnya masih banyak lahan pekerjaan di Aceh yang bisa dikelola dengan baik.

"Saya juga imbau kepada nelayan untuk tetap berhati-hati ketika melaut, jangan sampai masuk wilayah negara orang, sayangi keluarga yang selalu menunggu di rumah. Pejabat berwenang di kab/kota juga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan sosialisi kepada masyarakat," imbaunya.

Komentar

Loading...