Unduh Aplikasi

Selama 2019, Kunjungan Wisman ke Banda Aceh Capai 26 Ribu Orang

Selama 2019, Kunjungan Wisman ke Banda Aceh Capai 26 Ribu Orang
Wisatawan luar negeri saat berkunjung ke Museum Tsunami. Foto: AJNN.Net/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Kunjungan wisatawan ke Banda Aceh mengalami peningkatan selama tahun 2019. Bahkan mencampuri 503.992 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Iskandar menyebutkan, secara keseluruhan jumlah kunjungan wisatawan selama 2019 baik domestik maupun mancanegara mencapai 503.992 orang, terbagi dari 26.803 wisatawan mancanegara dan 477.189  nusantara.

Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, kata Iskandar, pada 2018 angka kunjungan wisatawan hanya sebesar 393.400 orang, dengan rincian wisman 20.897 orang, dari nusantara 372.503 wisatawan.

"Mancanegara didominasi oleh wisatawan dari Malaysia hampir 75-80 persen. Kemudian juga wisatawan dari China serta Brunai Darussalam, India, Jepang, Amerika dan lain sebagainya," kata Iskandar beberapa hari lalu kepada wartawan.

Iskandar mengatakan, kedepan pihaknya akan terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ini, melebihi 503 ribu orang. Tentunya, bakal banyak persiapkan ditahun 2020, terutama mengenai infrastruktur destinasi wisata.

"Banyak saat ini fasilitas wisata yang sudah mulai menua, nanti akan direvitalisasi kembali, seperti PLTD Apung, kapal diatas rumah yang sudah mulai rusak, ini kita perbaiki, kawasan destinasi Ule Lheue Park," ujarnya.

Iskandar menyampaikan, pada tahun ini Pemerintah Kota Banda Aceh juga akan membuat beberapa icon di Ule Lheue. Seperti membangun dermaga pariwisata di kolam besar yang ada disana, serta beberapa objek destinasi wisata baru di Gampong Jawa dan Alu Naga.

Pemerintah juga sudah membebaskan lahan disana, dan pada tahun ini akan dilakukan penataan dan mendirikan tugu. Dua destinasi wisata baru itu nantinya dibuat di Gampong Jawa dan kawasan Alu Naga, sembari merevitalisasi lokasi lainnya seperti makam ulama.

"Semua terus kita persiapkan untuk kenyamanan bagi wisatawan. Trasportasi juga terus kita perbaiki, seperti terminal yang memang dibawah Pemerintah Kota Banda Aceh, hal yang menyangkut sarana dan prasarana hotel, restoran, ini juga akan ada penambahan pada 2020 ini," tutur Iskandar.

Selain itu, lanjut Iskandar, pihaknya juga telah melakukan survei lokasi wisata kawasan Krueng Aceh, apakah bisa dibuat danau atau lain sebagainya, sehingga kedepan masyarakat bisa menyewa atau menikmati suasana Krueng Aceh tersebut.

"Saat ini memang wisatawan selain ke Masjid Raya Baiturrahman sebagai icon nya Aceh, juga ada beberapa tempat yang relatif banyak dikunjungi. Yaitu Meseum Tsunami, PLTD Apung,  bot diatas rumah, makam Syiah Kuala, ini tempat yang juga banyak dikunjungi," pungkas Iskandar.  

Komentar

Loading...